10.8 M 4 Tahap Dana Bansos Sembako Covid-19 SBB Rp 10,8 M Tidak Jelas, HAK 13.500 KK Di Kebiri?

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

VIRUS Covid-19 di Indonesia telah di rasakan dari Maret 2020.

Dimana semua aktifitas menjadi lumpuh total oleh karena pendemi yang menyerang kehidupan dan tatan hidup manusia.

Bahkan sector yang paling terdampak adalah ekonomi, dimana masyarakat kecillah yang merasakan bagaimana kesusahan dari pandemic ini.

Untuk menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi di tengah bangsa yang sedang berjuang untuk bertahan dalam siatuasi – situasi sulit, pemerintah pusat membuat kebijakan untuk menopang perekonomian masyarakat dengan mengucurkan sejumlah bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pusat yang diberikan sebesar Rp. 1.800.000 yang di bagikan selama 6 bulan dimana penerima menerima Rp.300.000 selama enam bulan.

Demikian juga Bantuan Langsung Tunai (BLD) Dana Desa dan juga Bantuan Sembako Covid-19 dimana untuk bantuan sembako per kepala keluarga menerima bantuan sembako covid-19 sebesar Rp. 200.000/bln selama 9 bulan dan pemerintah menargetkan bantuan ini kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan yang merasakan dampak dari pandemic tersebut.

Salah satu daerah di Indonesia Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga mengalami dampak yang sama namun sangat di sayangkan bahwa Bantuan Sembako Covid-19, dimana Bansos tersebut dari 9 tahap hanya di bagikan sebanyak 5 tahap, sedangkan 4 tahap sisa tidak jelas, apakah akan di bagikan atau di salurkan atau tidak?

Dinas terkait yaitu Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat harus bertanggung jawab memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kejelasan 4 tahap yang belum di salurkan tersebut.

Karena jika dana tersebut di kalkulasikan, maka jumlah dari 4 tahap tersebut cukup fantastic.

Jika di hitung maka bantuan sembako tersebut terdiri dari (Beras 10kg, Sarimi 5 bks, MInyak Goreng 1 botol, Gula 1 kg, Susu 2 Kaleng) yang totalnya Rp. 200.000,- dan seharusnya di bagikan kepada 13.500an Kepala Keluarga, dan Rp. 200.000 x 13.500 KK penerima bansos dan dikalikan 4 bulan, maka nominalnya bisa mencapai 10.8 Miliar, angka yang fantastis jika bansos sembako covid-19 tidak jelas.

Pertanyaannya adalah, siapakah yang harus bertanggung jawab? Apakah dananya masih tersedia atau telah dialih fungsikan? Apakah Bupati dan Kepala Dinas Kab SBB, mengetahui hal tersebut? Apakah ada kejelasan mengenai 4 tahap yang belum di salurkan?
Beberapa waktu lalu Menteri Sosial telah menjadi tersangka dan juga baru – baru ini salah seorang gubernur di tangkap karena Kasus Bansos Sembako Covid-19, apakah ada tindak pidana korupsi dalam proses penyaluran sembako Covid-19, ataukah ada hal yang lain?

Perlu adanya penjelasan dari Bupati selaku Kepala Daerah dan Kepala Dinas selaku penaggung jawab program dan penyalur bantuan tesebut. (JEN KELIKY)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60