12 Saksi Kasus Asabri,Diperiksa Kejagung

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

PIHAK Kejagung terus mengungkap kasus korupsi PT.Asabri,dan mencecar 12 saksi dalam pusaran kasus Asabri.

Pemeriksaan terhadap para saksi di kasus skandal korupsi PT Asabri (Persero) terus berlanjut. Kali ini, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa 12 orang saksi, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi di perusahaan asuransi pensiunan prajurit TNI Polri itu.

Adapun 12 saksi tersebut,Saksi yang diperiksa antara lain FT selaku Direktur PT Millenium Capital Management; M sebagai Nominee; FN yang menjabat Direktur Utama PT Tricore Kapital Sarana & PT. Dana Lingkar Sarana; MSW selaku Nominee; UP, Komisaris dan Direksi PT Topas Investment.

Ada juga ANMT selaku Nominee; F selaku Direktur Utama PT Aurora Asset Manajemen; YT sebagai Nominee; JMF selaku Direktur Utama PT Victoria Manajemen Investasi.

Seperti,IFA selaku Staf Bidang Analisis Investasi Divisi Investasi PT. Asabri; YHP selaku Staf Geomin PT Aneka Tambang Tbk; dan TT selaku kerabat Tersangka BTS.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Eze, menegaskan, “Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri,” kata Leonard Eben Ezer, Rabu (21/4/2021)
kemarin kepada wartawan.

Pihak Kejaksaan telah memeriksa sebanyak 10 orang saksi, 5 di antaranya merupakan nominee dari tersangka Jimmy Sutopo, Heru Hidayat, dan Benny Tjokrosaputro.

Sementara,kerugian negara dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 di Asabri diperkirakan mencapai Rp 23,74 triliun menurut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pihak Kejaksaan Agung telah telah menetapkan sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini, antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015. Nama lainnya ialah Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019.

Termasuk salah satunya,Ilham W Siregar (IWS) selaku Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP) selaku Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) selaku Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX), dan Jimmy Sutopo (JS) selaku Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Disisi lain,pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK siap mendukung Kejaksaan Agung terkait dugaan pencucian uang dengan Bitcoin pada kasus korupsi PT Asabri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala PPATK, Dian Ediana Rae. Dia menambahkan PPATK juga terus berkoordinasi dengan Kejagung.

“Teman PPATK di Kelompok Analisis dan Pemeriksaan Fintech, Cybercrime, dan Virtual/Crypto Asset siap mendukung Kejaksaan melakukan langkah menangani Bitcoin ini, termasuk menggunakan jaringan internasional intelijen keuangan PPATK,” ungkapnya , Rabu (21/4/2021) kemarin.

Pembekuan, penyitaan dan pelelangan rekening Bitcoin milik tersangka korupsi Asabri sebenarnya dimungkinkan dan diperlukan. Hal tersebut telah dilakukan di negara lain, namun menurut Dian, tindakan itu tergolong baru di Indonesia.

Perihal masalah Asabri, Dia menuturkan juga diperlukan dukungan otoritas negara lain. Sebab ada unsur transaksi lintas batas disana.

“Bagi kita tentu ini merupakan hal yang baru, memerlukan juga dukungan otoritas di negara lain karena sifat transaksi yang lintas batas,” jelasnya.

Sementara itu,Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah juga menyebutkan pihak penyidik memerlukan bantuan juga dari PPATK.

Pihak Kejaksaan Agung menduga para tersangka kasus korupsi PT Asabri telah melakukan tindakan pencucian uang dengan transaksi Bitcoin. Saat ini para penyidik juga masih menghitung jumlah transaksi yang telah dilakukan itu.

“Masih kami perdalam yang jelas ada beberapa transaksi melalui itu tapi kita belum dapat kepastian nilainya dan kita belum dapat juga nilai real yang bisa kami amankan,” kata Febrie.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60