5 Negara dengan Kasus Terbanyak Covid 19

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Sejumlah negara masih dihantam gelombang infeksi virus corona, virus corona telah menginfeksi sebanyak 151.090.941 orang secara global.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 128.420.175 kasus dinyatakan sembuh dan 3.178.066 meninggal dunia.

  1. Amerika Serikat
    Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Kasus infeksi virus corona di negara ini dilaporkan sebanyak 33.038.616 kasus dengan angka kesembuhan sebanyak 25.638.070.

Adapun kematian akibat virus corona di AS juga menduduki peringkat pertama secara global, sebanyak 589.167 kasus.

  1. India
    Kasus infeksi baru di India terus merangkak naik, membuat negara ini berada di posisi kedua negara dengan kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak di dunia.

Secara keseluruhan, virus telah menginfeksi 18.754.925 orang di negara ini, dengan 386.629 kasus baru dalam satu hari terakhir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.369.362 kasus telah dinyatakan sembuh dan 208.313 meninggal dunia.

  1. Brasil
    Brasil berada di posisi ketiga negara dengan kasus infeksi Covid-19 terbanyak di seluruh dunia.

Berdasarkan data yang dilaporkan, virus corona telah menginfeksi sebanyak 14.592.886 orang di Brasil.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 13.091.714 orang telah dinyatakan pulih dan 401.417 orang meninggal dunia.

  1. Perancis
    Perancis menjadi negara keempat dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Sejauh ini, Perancis melaporkan 5.592.390 kasus positif infeksi Covid-19, dengan 26.538 kasus baru satu hari terakhir.

Infeksi virus corona telah menewaskan 104.224 orang di negara ini.

  1. Rusia
    Rusia berada di posisi kelima negara dengan kasus infeksi terbanyak.

Sejauh ini telah dilaporkan adanya 4.796.557 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.419.540 orang yang terpapar virus telah sembuh.

Adapun 109.731 orang dinyatakan meninggal dunia.

Krisis Covid-19 di India
Total kasus virus corona di India telah melampaui 18 juta pada Kamis (29/4/2021), setelah rekor dunia infeksi harian kembali ditorehkan.

Tingginya angka kematian membuat layanan kremasi membeludak.

Ratusan orang dikremasi di taman dan tempat parkir karena ruang krematorium penuh.

Data Kementerian Kesehatan India menunjukkan, jumlah kematian tertinggi dalam satu hari sejak dimulainya pandemi terjadi pada 29 April 2021, dengan 3.645 kematian baru.

Negara terpadat kedua di dunia ini tengah berada dalam krisis yang parah.

Melansir Reuters, setiap hari, ribuan orang India panik mencari tempat tidur di rumah sakit dan oksigen.

Tempat tidur rumah sakit yang tersedia, terutama di unit perawatan intensif (ICU), habis dalam waktu beberapa menit.

Krisis oksigen diperkirakan akan mereda pada pertengahan Mei, dengan produksi meningkat sebesar 25 persen dan sistem transportasi telah siap mengatasinya.

Namun, sejauh ini India tak mempunyai persediaan yang memenuhi syarat untuk sekitar 800 juta.

Hanya sekitar 9 persen dari populasi India sekitar 1,4 miliar telah menerima dosis sejak kampanye vaksinasi dimulai pada Januari.

Meskipun gelombang kedua membanjiri sistem kesehatan, angka kematian yang dilaporkan masih berada di bawah Brasil dan Amerika Serikat.

Kendati demikian, para ahli medis percaya bahwa angka Covid-19 India yang sebenarnya terjadi kemungkinan 5-10 kali lebih besar dari yang tercatat.

Saat ini, bantuan dari beberapa negara telah tiba di India, termasuk oksigen.

Dua pesawat dari Rusia membawa 20 konsentrator oksigen, 75 ventilator, 150 monitor samping tempat tidur, dan 22 ton obat-obatan yang telah tiba di Delhi.

Sementara itu, Amerika Serikat mengirimkan persediaan senilai lebih dari 100 juta dollar AS, termasuk 1.000 tabung oksigen, 15 juta masker N95, dan 1 juta tes diagnostik cepat.

Sementara itu, Amerika Serikat mengirimkan persediaan senilai lebih dari 100 juta dollar AS, termasuk 1.000 tabung oksigen, 15 juta masker N95, dan 1 juta tes diagnostik cepat.

Selain itu, AS telah mengalihkan pesanannya untuk pasokan manufaktur vaksin AstraZeneca ke India, untuk memungkinkannya membuat lebih dari 20 juta dosis.

India akan menerima gelombang pertama vaksin Sputnik V pada 1 Mei.

Bangladesh akan mengirimkan sekitar 10.000 botol obat antivirus dan 30.000 perlengkapan APD.

Sementara,Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung hingga saat ini sejak kasus pertama terkonfirmasi awal Maret tahun lalu.

Virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 diketahui sudah menyebar ke hampir seluruh daerah di Tanah Air, tidak hanya di wilayah kota-kota besar saja.

Setiap pekan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui peta risiko atau peta zonasi Covid-19, yang terdiri dari 4 tingkatan zonasi.

Zona merah (risiko penularan tinggi), zona oranye (risiko penularan sedang), zona kuning (risiko penularan rendah), dan zona hijau (tidak ada kasus/tidak terdampak).

Zona merah (risiko penularan tinggi), zona oranye (risiko penularan sedang), zona kuning (risiko penularan rendah), dan zona hijau (tidak ada kasus/tidak terdampak).

Peta risiko atau zonasi Covid-19 terbaru adalah per 25 April 2021 yang dimuat di laman Covid19.go.id.

Baca juga: Berlaku Mulai 22 April, Ini Aturan Baru soal Pengetatan Mudik 2021

Zona merah

Berdasarkan peta risiko tersebut, saat ini Indonesia memiliki 19 kabupaten/kota dengan risiko penularan tinggi atau zona merah.

Ke-19 kabupaten/kota tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali meliputi:

  1. Deli Serdang, Sumatera Utara
  2. Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan
  3. Kota Palembang, Sumatera Selatan
  4. Solok, Sumatera Barat
  5. Agam, Sumatera Barat
  6. Solok Selatan, Sumatera Barat
  7. Kota Pekan Baru, Riau
  8. Siak, Riau
  9. Rokan Hulu, Riau
  10. Bengkalis, Riau
  11. Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung
  12. Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
  13. Tanah Laut, Kalimantan Selatan
  14. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
  15. Kerinci, Jambi
  16. Kota Jambi, Jambi
  17. Kota Sungai Penuh, Jambi
  18. Badung, Bali
  19. Aceh Tamiang, Aceh.

Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan peta zonasi pada pekan sebelumnya, yakni per 18 April 2021 di mana kabupaten/kota yang dinyatakan sebagai zona merah hanya 6 daerah saja.

Saat itu, Pulau Bali sudah bebas dari zona merah.

Namun saat ini Bali memiliki satu zona merah, yakni Badung.

Zona ini mendominasi di antara zonasi lainnya yang jika diprersentasekan mewakili sekitar 66 persen dari total kabupaten/kota yang ada di Indonesia, yakni 514 kabupaten/kota.

Jumlah zona oranya meningkat jika dibanding peta riiko pekan sebelumnya yang hanya sejumlah 322 daerah.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60