9 Saksi Terkait Pusaran Megakorupsi PT.Asabri Diperiksa Kejagung

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Dalam pusaran megakorupsi PT.Asabri,pihak Kejaksaan Agung RI (Kejagung) terus berupaya menembangkan kasus ini yang telah merigukan negara triliunan rupiah, sehingga pihak Kejagung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa sembilan orang saksi terkait perkara korupsi di PT Asabri.

Adapun kesembilan orang saksi yang diperiksa pada Senin lalu diantaranya MSD selaku Corporate Secretary PT Tricore Kapital Sarana Dana Lingkar Kapital, R selaku General Manager Finance PT Hanson International Tbk, dan AOS selaku Chief Customer Service Apartement Season City, EK selaku GM Green Bay Pluit, DB selaku Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, serta HPR selaku Komisaris PT Wimofa Internasional Investment.

Ada pula AT selaku Direktur PT FAC Sekuritas Indonesia, LAC selaku Owner PT Millenium Capital Management, dan LMP selaku Legal Management Distric 8 SCBD.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung mengatakan, “Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (23/03/2021) kepada Wartawan di Jakarta.

Dalam kasus megakorupsi PT.Asabri pihak Kejagung sudah menerapkan 9 pelaku tersangka korupsi PT.Asabri, sampai saat ini.

Kesembilan tersangka yaitu, Jimmy Sutopo selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation dan Benny Tjokrosaputro selaku Direktur PT Hanson Internasional, mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri dan Sonny Widjaja, BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

Ada pula IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017, Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, dan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Jaringan, dalam kasus korupsi ini, negara dirugikan sebesar Rp 23,73 triliun.

Saat ini penyidik Kejaksaan Agung sudah mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Yang jelas dari keselurah saksi yang sudah dipetiksa pihak Kejagung sudah berjumlah 14 orang saksi Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa sembilan orang saksi terkait perkara dugaan korupsi di PT Asabri, dan akan menyusul para tersangka baru dalam kasus ini. Kita tunggu siapa saja tersangka baru dalam sekandal kasus megakorupsi PT.Asabri.(Burhanudin/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60