Asyik Makan di Senayan, Buronan Ditangkap KPK

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Akhir pelarian sang Buronan Christian Andi Pelang kasus korupsi proyek penggantian jembatan Torate CS, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan nilai anggaran sebesar Rp14,9 miliar, diamankan oleh tim gabungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan.

Christian Andi Pelang diamankan saat sedang berada di sebuah restoran daerah Senayan, Jakarta, pada Rabu, 24 Maret 2021 kemarin.
Pihak Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),dalam penangkapan tersebut KPK turut membantu proses penangkapan setelah diminta bantuan oleh pihak Kejaksaan.

“DPO atas nama Christian Andi Pelang ditangkap di sebuah restoran di daerah Senayan oleh tim gabungan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kejati DKI Jakarta, Kejati Sulteng dan Satgas Korsup Wilayah IV KPK, pada Rabu 24 Maret 2021, sekitar pukul 13.30 WIB,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (25/3/2021) kepada wartawan.

Buronan Christian Andi Pelang merupakan pihak swasta penyedia barang/jasa yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan penggantian jembatan Torate CS dengan anggaran sebesar Rp14,9 miliar.

Buron kasus korupsi senilai Rp14,9 miliar Christian Andi Pelang ditangkap oleh tim gabungan Kejaksaan dan KPK di restoran kawasan Senayan. (Foto: Dok. KPK).

Akhir dari pelarian sang DPO Christian ditetapkan sebagai tersangka sejak 2019 dan dinyatakan buron setelah beberapa kali mangkir alias tidak hadir saat dipanggil oleh pihak Kejati Sulteng. Kemudian, kata Ali, KPK menerima permintaan fasilitasi pencarian DPO atasnama Christian Andi Pelang sejak Juni 2020 dari Kejati Sulteng.

Setelah dilakukan penangkapan di daerah Senayan, tersangka Christian Andi Pelang kemudian dibawa ke Kejari Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, Christian diterbangkan dan telah tiba di Palu Sulteng, pada hari ini.

“Penangkapan CAP merupakan bentuk sinergi antara KPK, Kejaksaan, dan polisi dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi,” kata Ali.

Menurutnya,”Kerja sama seperti ini sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan korupsi, termasuk pencarian DPO dari kasus yang ditangani KPK, Polri atau Kejaksaan,” pungkasnya.(Shella/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60