Babak Baru Kasus Korupsi Bansos

  • Whatsapp
Hotma Sitompul Terima "Fee" Rp.3 Miliar
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pihak Komisi Pemberantasa Koruupsi (KPK) memasuki babak baru dalam penembang kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos).

Babak baru ini terungkap dari mantan Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Adi Wahyono menyebut “fee” bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 yang dikelola Kemensos mengalir ke Pengacara senior Hotma Sitompul senilai Rp3 miliar, benarkah itu.

“Waktu itu saya mewakili Pak Menteri langsung di ruangannya, ada Pengacara di sana langsung saya kasih Rp3 miliar,” kata Adi Wahyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin kemarin.

Adi bersaksi untuk dua orang terdakwa, yaitu untuk Harry Van Sidabukke yang didakwa menyuap Juliari senilai Rp1,28 miliar.

Sementara disisi lain, Ardian Iskandar Maddanatja yang didakwa memberikan suap senilai Rp1,95 miliar terkait penunjukkan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19.

Menurut Adi, uang itu berasal dari Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Matheus Joko Santoso.

Menurut Adi, saat itu Kemensos sedang mengalami masalah hukum. “Ada kasus di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, ada kasus anak yang diajukan ke Pengadilan Tangerang, lalu saya dipanggil Pak Menteri untuk memberikan ‘fee’ ke Pengacara,” lanjut Adi.

Adi Wahyono Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos RI Tersangka Korupsi Bansos Covid 19

Adi mengaku mendapat rekapituliasi penerimaan “fee” dari Joko hingga Rp8,4 miliar.

Selanjutnya Joko menyerahkan uang Rp3 miliar ke Adi untuk Hotma Sitompul.

Sebelumnya, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi pengacara Hotma Sitompul mengenai pembayaran uang sebagai biaya pengacara karena adanya bantuan penanganan kasus hukum di Kementerian Sosial (Kemensos).

Akhirnya pihak penyidik KPK, pada Jumat lalu memeriksa Hotma sebagai saksi untuk tersangka mantan Mensos Juliari Peter Batubara (JPB) dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Sebab, adanya bantuan penanganan perkara hukum di Kemensos saat itu,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, pada wartawa beberapa hari lalu.

Ali mengungkapkan pembayaran biaya pengacara tersebut diduga diberikan oleh tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono (AW) yang juga salah satu tersangka kasus tersebut.(Mulyadi/Burhanudin)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60