Benny Tidak Terlibat Kendalikan MI

  • Whatsapp
banner 468x60
Hotman Paris Kuasa Hukum MayBank Asset Management, Salah Satu MI

JAKARTA-KANALPK

Masalah kasus MI yang notabane ada dugaan keterlibatan Benny dalam transaksi MI,kini terbongkar dalam persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta Senin (31/05/2021).

Faktanya,ternyata Benny Tjokrosaputro tidak mengendalikan transaksi saham yang dilakukan Manager Investasi (MI) dalam mengelola investasi Jiwasraya di lantai bursa sebagaimana dakwaan jaksa sebelumnya.

Hal itu dikatakan Hotman Paris, sebagai penasehat hukum salah satu dari 13 MI yang kini diadili dalam Kejahatan Korporasi.

Menurut Hotman Paris selaku Kuasa Hukum MayBank Asset Management,
salah satu MI mengungkapkan,Kliennya satu dari 13 MI yang mengelola investasi PT Asuransi Jiwasraya di lantai bursa.

Dalam konstruksi umum yang dibangun para penyidik Kejaksaan Agung dalam perkara korupsi Jiwasraya, semua transaksi saham Jiwasraya dikendalikan Benny Tjokrosaputro, termasuk 13 MI,padahal dalam faktanya Benny tidak terlibat dalam transaksi MayBank Asset Management,
salah satu MI.

Dalam konstruksi umum yang dibangun para penyidik Kejaksaan Agung dalam perkara korupsi Jiwasraya, semua transaksi saham Jiwasraya dikendalikan Benny Tjokrosaputro, termasuk 13 MI.

Menurut Hotman Paris selaku Kuasa Hukum MayBank Asset Management,menegaskan,”
Mengelola dana investasi PT Asuransi Jiwasraya sesuai aturan belaku. Selain saham-saham itu terdaftar dan legal, juga dibeli di Bursa Efek Indonesia, bukan pasar gelap. “Tidak ada hubungan apapun MI dengan Benny Tjokrosaputro. Semua transaksi dilakukan di pasar modal, bukan di pasar gelap. Jadi tak ada kaitannya dengan Benny,” ujar Hotman Paris kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Seni (31/05/2021).

secara tegas Hotman Paris membantah bahwa kliennya dikendalikan Benny Tjokrosaputro ataupun Heru Hidayat dalam membeli dan melepas saham yang masuk dalam reksadana Jiwasraya yang dikelola MI. Instruksi pembelian dan pelepasan saham-saham tersebut langsung datang dari investor yaitu PT Asuransi Jiwasraya sendiri.

Maybank Aset Management

“Tidak ada kaitan sama kita, kenal saja enggak, gimana mau komunikasi (dengan Benny Tjokro),” ungkap Hotman Paris selaku kuasa hukum PT Maybank Asset Management.

Fskta yang terjadi,di Bursa Efek Indonesia diperjualbeli saham yang legal.

“Dari mana logikanya, orang membeli di pasar resmi dan legal dipidana,” ujar Hotman lagi.

Menurutnya, bila kemudian hari terjadi kerugian, bukan berarti telah ada perbuatan tindak pidana, melainkan adalah resiko bisnis.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung telah mendakwa 13 MI tersebut melakukan kejahatan korporasi dalam perkara korupsi Jiwasraya. 13 MI tersebut menurut jaksa dikendalikan oleh Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat sehingga perusahaan asuransi pelat merah itu rugi Rp16 triliun.

Pengadilan Tipikor Jakarta yang sudah mengadili perkara Benny Tjokro membenarkan saja tuntutan jaksa penuntut umum yang menyebut Benny mengendalikan transaksi saham Jiwasraya di lantai bursa melalui 13 MI. Pengadilan Tipikor menghukum Benny dengan pidana seumur hidup dan membebankan penggantian kerugian negara sekitar Rp6 triliun.

Dana Rp 6 triliun berasal dari putusan majelis hakim yang menyatakan perbuatan Benny dan Heru terbukti merugikan Jiwasraya Rp12 triliun sehingga kerugian itu dibagi dua. Sedangkan kerugian Rp4 triliun lagi dinyatakan hanya perbuatan Heru sendiri. Putusan Pengadilan Tipikor ini kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dan, sekarang perkaranya dalam proses kasasi di Mahkmah Agung.

Sementara,13 MI yang dijadikan terdakwa adalah PT Dhanawibawa Manajemen Investasi yang saat ini bernama PT Pan Arcadia Capital, PT Oso Manajemen Investasi, PT Pinnacle Persada Investama, PT Millenium Capital Management yang sebelumnya bernama PT Millenium Danatama Indonesia, PT Prospera Asset Management dan PT MNC Asset Management yang sebelumnya bernama PT Bhakti Asset Management.

Salah satunya,PT Maybank Asset Management, yang sebelumnya bernama PT GMT Aset Manajemen atau PT Maybank GMT Asset Management, PT Gap Capital, PT Jasa Capital Asset Management yang sebelumnya bernama PT Prime Capital, PT Pool Advista Aset Manajemen yang sebelumnya bernama PT Kharisma Asset Management, PT Corfina Capital, PT Treasure Fund Investama, dan PT Sinarmas Asset Management.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60