Buntut Penganiayaan, CIC Minta Kapolri Tutup Hotel Satria Dan Usut Edi Atoy Pemilik Hotel

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Buntut dari Kasus penganiayaan dua remaja berinisial MD dan MH di arena permainan judi di Hotel Satria, Karimun, Provinsi Kepri menuai kecaman keras dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat serta Organisasi Kemasyarakatan.

Salah satunya Dewan Pimpinanan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bupati Karimun Aunur Rafiq serta Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano untuk menutup dan mencabut izin arena permainan di hotel Satria serta menindak tegas pemilik hotel Satria Edi Atoy dan Billy yang juga anak kandung dari Edi Atoy.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Saya meminta ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Bupati Karimun dan Kapolda Kepri,sekaligus Kapolres Karimun untuk segera menutup dan mencabut izin arena permainan judi serta peredaran narkoba di hotel Satria, dikarenakan sudah kerap kali membuat keributan dan melanggar hukum,itu dikarenakan pemilik Hotel Satria Edi Atoy merasa orang kebal hukum,”tegas R.Bambang.SS kepada awak media di Jakarta Kamis (3/3/2022).

CIC juga akan menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo besok Jumat 4 Maret 2022 agar arena permainan judi dan peredaran narkoba di hotel Satria untuk segera ditutup dan dicabut izinnya, serta menindak pemilik hotel Satria Edi Atoy dan Billy, keberadaan arena permainan judi di hotel Satria hanya menimbulkan keributan ditengah masyarakat Karimun.

CIC menilai,bahwa hotel Satria dalam pengoperasiannya diduga telah menyalahgunakan perizinan yang telah diberikan dari kepentingan hunian dan hotel telah beralih fungsi untuk arena ketangkasan elektronik, karaoke dan permainan bola pingpong serta prostitusi terselubung dengan banyaknya wanita pekerja yang berkedok pelayanan karaoke dan judi ketangkasan elektronik dan bola.

Ketua Umum CIC mengungkapkan,”Kami meminta kepada Kapolri,Kapolda Kepri,Kapolres Karimun termasuk Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Karimun, bidang perizinan dan pariwisata agar hotel Satria ditutup dan dicabut izinnya,, jangan Hukum hanya tajam keatas,akan tetapi tumpul Kebawah,”ujar R.Bambang.SS dengan nada tegas.

CIC meminta supaya aparat penegak hukum khususnya Kapolri agar segera menindak dan mengusut tuntas kasus pengeniayaan di Karimun untuk tidak main-main dengan masalah perjudian yang ada di depan mata.

“Saya minta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar tidak memberikan ruang bagi pengusaha judi dan bandar narkoba di Kepri namanya arena permainan ketangkasan anak-anak yang melakukan aktivitas perjudian. Segera proses pemilik dan pengelola arena permainan di Hotel Satria Karimun
,”pungkas R.Bambang.SS.

CIC memaparkan kronologis awal kejadian, kedua remaja tersebut diundang serta dipanggil untuk melunasi hutang. Karena belum memiliki uang, keduanya meminta agar petugas keamanan di hotel itu untuk bersabar, namun tidak terima ucapan dari kedua orang remaja itu, oknum petugas keamanan hotel Satria langsung memukuli kedua remaja tersebut secara membabi buta.

Untuk CIC meminta Kapolri dan jajarannya segera mungkin mengusut tuntas kasus tersebut dan tegakan keadilan hukum yang berwibawa.

(DJ SEMBIRING/BURHANUDDIN)

Related posts