Bupati Nganjuk Resmi Jadi Tahanan Bareskrim

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Sepandai pandainya “Tupai” melompat,pasti akan jatuh juga.

Seperti kasus lelang jabatan yang melibatkan Bupati Nganjuk,pasti tercium juga,dan kini menjadi tersangka bersama 4 orang camat dan ajudan bupati.

Bupati Ngajuk Novi Rahman Hidhayat dan para camat yang diduga melakukan jual beli jabatan terancam hukuman 5 tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono pada Selasa (11/5/2021) kepada wartawan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono menerangkan,”“Untuk para tersangka ini dikenakan pasal 5 ayat 1. Ini ancamannya maksimal paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp250 juta ini. Ini diberikan kepada para Camat ini dikenakan pasal undang-undang korupsi Nomor 31 tahun 1999 dan sebagaimana diubah nomor 20 tahun 2001,” kata Argo Yuwono.

“Sedangkan untuk Bupati kita kenakan pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 dan atau pasal 12B undang-undang RI Nomor 31 tahun 99 tentang perubahan undang-undang RI Nomor 31 tahun 199 tentang tindak pidana korupsi,” tambah Argo.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat dan sejumlah Camat, Argo mengatakan ajudan Bupati Nganjuk juga dikenakan pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 pasal 12 B.

“Kemudian dari semua tersangka juga dijuntokan ke pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” tuturnya.

Bareskrim Polri dan KPK melakukan OTT di Pemkab Nganjuk, Jawa Timur. OTT tersebut kemudian berlanjut dengan penyegelan tiga ruangan Sub Mutasi Badan Kepegawaian Daerah di Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Novi Rahman Hidhayat menjadi Bupati Nganjuk dengan wakilnya Marhaen Djumadi yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura.

Berikut adalah beberapa fakta yang ditemukan usai penangkapan terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat olek KPK, tersebar di media masa.

Dari data kekayaan yang dilaporkan pada 27 April 2020 tercatat, Novi memiliki 32 bidang tanah yang tersebar di Nganjuk, Kediri, Jombang, Karawang, Malang, Tangerang, Jakarta Selatan, Mojokerto, Surabaya, dan Kotawaringin Timur.

Dalam OTT ini, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dan KPK menetapkan Bupati Nganjuk dan 6 orang menjadi tersangka, yaitu:

  1. DUP, Camat Pace.
  2. ES, Camat Tanjung Anom sekaligus Plt Camat Sukomoro.
  3. HAL, Camat Berbek.
  4. BS, Camat Locerek.
  5. TBW, mantan Camat Sukomoro, yang diduga sebagai pemberi.
  6. MIM, Ajudan Bupati Nganjuk yang diduga sebagai perantara. (R.BAMBANG.SS)
banner 300x250

Related posts

banner 468x60