CIC Ajak Pemuda Saatnya Berperan Dukung Penegak Hukum Berantas Korupsi

  • Whatsapp

PADANG-KANALPK

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigasition Commiittee (CIC) memahami dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan Webinar Bimtek Pendidikan Antikorupsi, Jumat (17/12) kemarin di Padang Provinsi Sumatera Barat.

Pada Webinar ini dihadiri oleh Brigjen. Pol. Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, S.IK., SH., MM (Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK) sebagai pembicara utama, Rommy Iman Sulaiman dan Herline Jeane Aldian (Fungsional Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK), sebagai narasumber.

Webinar Bimtek Pendidikan Antikorupsi ini mengusung tema “Membudayakan Pemuda Anti Korupsi” kegiatan ini langsung dibuka secara resmi oleh Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX selaku pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Padang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Pemuda Katolik, Masyarakat Katolik Sumatera Barat dan Perwakilan Ormas Katolik (ISKA, WKRI) Se-sumatera barat dan dimoderatori oleh Dr. Laurensius Simbolon.

Wakil Ketua Umum Corruption Investigastion Commiittee DJ Sembiring mengungkapkan,”Pemuda sebagai masa depan bangsa harus mulai membudayakan dan memiliki integritas antikorupsi demi tercapainya cita-cita bangsa kedepannya CIC mengajak para pemuda, ini alasan kerjasama Pemuda dengan pihak penegak hukum,baik itu Polri,Kejaksaan dan KPK melakukan Pencegahan dan pemberantasan korupsi yang jelas pemuda haru memiliki jiwa Antikorupsi,”tegas DJ Sembiring kepada awak media Sabtu (18/12/2021) di Medan.

DJ Sembiring berharap,Pengurus Pusat CIC bisa kolaborasi pemberantasan korupsi dengan para penegak hukum,yakni Polri,Kejaksaan serta Komisi Pemberanta
san Korupsi (KPK) dapat meluas ke seluruh wilayah Indonesia dalam rangka sosialisasi dan kampanye pencegahan tindak pidana korupsi.

Secara organisatoris, nilai-nilai anti korupsi juga dimasukkan dalam silabus kaderisasi ataupun mekanisme internal organisasi.

DJ Sembiring juga menegaskan,”Gerakan pencegahan dan perlawanan terhadap korupsi adalah tanggung jawab, seluruh komponen masyarakat termasuk bersama pemuda harus turut ambil bagian menjadi penggerak gerakan ini, atau menjadi kontrol dari praktik penyelenggaraan kebijakan publik di daerah masing-
masing.Pesan ini harus meluas, dan mengajak berbagai lapisan agar terlibat. Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan sejak dini, karena kampanye anti korupsi harus lebih kreatif dan menarik,”tutur Wakil Ketua Umum CIC saat kunjungan kerja di Medan Provinsi Sumatera Utara dalam permasalahan hak warga Lau Simeme yang belum mendapat ganti rugi proyek bendungan di Lau Simeme.

Keterlibatan anak muda melalui sosmed, OKP,LSM Penggiat Anti Korupsi, influencer, budayawan,Masyarakat,Tokoh Agama dan seniman harus digarap secepat mungkin.

Disebutkan dalam Webinar Bimtek Pendidikan Antikorupsi bahwa Indeks Persepsi Korupsi dinilai bukan hanya terkait penegakan hukum saja, tetapi juga kegiatan pencegahan yang dilakukan. peran masyarakat adalah ‘berani lapor’, tetapi ada syaratnya, yaitu Pelapor setelah melaporkan tidak perlu cerita kepada siapa pun.

CIC mengingat
kan,Laporan harus disertakan bukti pendukung, tidak semua satu saja cukup misalnya, dari pengalaman langsung, atau bukti fotokopi, atau rekaman. (Bukti pendukung ini bukan seperti yang dimaksud dalam pasal 184 KUHAP, karena itu tugas penyidik).

Selain itu masyarakat yang membuat laporan wajib identitas, nomor HP minimal yang bisa dihubungi, karena KPK akan melakukan klarifikasi dan memberikan perkembangan laporannya.

Tidak perlu takut lapor, karena KPK menjamin kerahasiaan dan keamanannya, tetapi pelapor juga harus menjamin kerahasiaa
nnya untuk tidak men
yebarluaskannya.

(BURHANUDDIN)

Related posts