CIC mendesak Kapolri Usut Kasus Pencurian Ore Nikel,Catut Nama Kabareskrim di Lahan Milik PT PGWL & PT BGUR di Konut

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) didesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menghentikan aktivitas dugaan penambangan ilegal, yang mencatut nama Kabareskrim Komjen.Pol.Agus Adrianto.SH.MH.SIK di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

CIC menilai,penambangan ilegal itu diduga mencatut nama petinggi Polri untuk melakukan pencurian di lokasi izin usaha pertambangan (IUP) PT Prima Graha Wahana Lestari dan PT Bumi Graha Usaha Raya.

Dari hasil investigasi yang dilakukan CIC,lokasi tambang milik dua perusahaan tersebut seluas 293 hektar yang berada di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut, Provinsi Sultra.

Sementara,Kuasa Hukum pemilik lahan Didit Hariadi.SH, menduga aktivitas pencurian ore nikel itu dilakukan empat perusahaan yang menambang secara ilegal di lokasi milik klaennya.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Masa pihak Polda Sultra menegaskan tidak akan menangkap penambang ilegal di lahan milik PT PGWL dan PT BGUR di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut),terlihat jelas ada permainan antara pihak penambang ilegal dengan oknum Polda Sultra,masa udah tahu pencuri kok dibiarkan maling,” tegas R.Bambang.SS Rabu (22/12/2021) kepada awak media di melalui telepon selulernya.

Disisi lain,Kuasa Hukum PT.PGWL dan PT.BGUR Didit Hariadi.SH, dua perusahaan pemilik IUP menampik tudingan Polda Sultra yang mengklaim kedua belah pihak sudah berkomunikasi dan kini hal tersebut sudah dilaporkan kuasa hukum kedua perusahaan ke Ditpropam Polri.

Menurut R.Bambang. SS mengungkapkan,”
Pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Prima Graha Wahana Lestari (PT PGWL) dan PT Bumi Graha Usaha Raya (PT BGUR) bantah damai dengan penambang ilegal di lahannya,dan mereka para penambang ilegal tersebut telah mencatut nama Kabareskrim Polri,untuk kebenaran hal tersebut CIC akan menyurati Kapolri dan Kabareskrim polri dalam waktu dekat ini,”pungkas Ketua Umum CIC.

CIC berharap Kapolri segera mengusut tuntas kasus ini,jika benar terbukti ada oknum Polda Sultra yang terlibat membackingi penambang ilegal segera mencopot Kapolda Sultra,karena 50 hektar lahan dikeruk, hingga kini masih ada aktivitas. Namun pihak Polda Sultra tidak segera menghentikan para penambangan ilegal itu.

(BURHANUDDIN)

Related posts