CIC Dukung Sinergitas Kejari Asahan Berantas Korupsi

  • Whatsapp

ASAHAN-KANALPK

Sebagai wujud apresiasi dan dukungan dalam memberantas kasus korupsi, Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) berikan dukungan serta Mengapreasiasi dan penghargaan keberhasilan kepada Kejaksaan Kabupaten Asahan yang telah melakukan upaya dalam pemberan tasan korupsi di Asahan, seperti kasus pengadaan Sapi.

Apresiasi diberikan CIC diawal Tahun 2022 atas kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Asahan yang dianggap sebagai lembaga terpercaya dalam pemberantasan kasus Tindak Pidana Korupsi.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mengatakan,”Apresiasi ini sebagai bentuk apresiasi kepada Kejaksaan sebagai lembaga terpercaya. Tahun ini Kejaksaan akan kembali mengangkat kasus korupsi pengadaan sapi dan kami datang juga untuk mendukung perkara tersebut korupsi ,”tegas R.Bambang SS kepada awak media Selasa (11/1/2022) di Asahan.

CIC menilai keberhasilan Kejari Asahan menahan MS (38) warga Dusun III Desa Pasiran Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan, seorang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sapi pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) TA 2019 sebesar Rp 1 miliar.

Dalam kasus korupsi pengadaan sapi pada Dinas PKH Asahan, CIC memberikan dukungan kepada Kejari Asahan, agar kasus tersebut dapat menyeret para pelaku korupsi lainnya,sehingga kasus korupsi pengadaan sapi yang ditemukan 2 orang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni MS selaku pihak ketiga atau rekanan dan NS sebagai PPK proyek. Penetapan tersangka dilakukan setelah keluarnya penghitungan kerugian negara oleh BPKP Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 615 juta lebih.

Ketua umum CIC menerangkan,”ke 2 tersangka dikenakan Pasal Primair yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,Subsidair, Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”tuturnya.

Sementara Kejari Asahan , Aluwi SH mengatakan kepada media ini, ” membenarkan telah dilakukan penahanan terhadap MS, setelah sebelumnya diperiksa sebagai tersangka. “Seorang lagi tersangka berinisial NS masih diperiksa,” ungkap Kejari Asahan .

Sementara itu, tersangka “MS” sudah dilakukan penahanan badan dan dititipkan di Mapolres Asahan sementara terhadap tersangka “NS” dilakukan penahanan kota sehubungan
tersangka “NS” sedang dalam kondisi hamil, pungkas Aluwi.SH.MHum Kejari Asahan.

(JUPITER SEMBIRING/RICARDO H SIMBOLON)

Related posts