CIC Mengapreasiasi OTT Walkot Bekasi, Tunggu Giliran Pejabat Asahan

  • Whatsapp

MEDAN-KANALPK

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan penangkapan terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan beberapa hari lalu,Corruption Investigastion Commiittee (CIC) Mengapreasiasi terhadap KPK.

Kalau kita mau jujur,tidak sedikit kepala daerah melakukan hal yang sama dilakukan Walikota Bekasih Jawa Barat Rahmat Effendi,hampir semua itu dilakukan kepala daerah,bahkan lebih sekedar itu.

Informasi yang di peroleh CIC, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Menurut R.Bambang SS Ketua Umum CIC menegaskan,”Banyak kasus korupsi yang melibatkan oknum kepala daerah tidak terungkap,bahkan terkesan pembiaran untuk melakukan tindak pidana korupsi maupun secara pribadi dan secara berjamaah.Namun hal ini tidak pernah terjangkau oleh penegak hukum didaerah masing masing,walaupun sudah dilaporkan,terkesan penegak hukum didaerah seperti “Macan Ompong” alias jadi penonton terbaik,sementara yang negara habis digrogoti oleh oknum pejabat bagaikan “Virus Stadium Empat”,”ungkap R.Bambang.SS kepada wartawan Jumat (7/1/2022) di Kisaran.

Kendati demikian, R.Bambang.SS mengaku,pihak KPK belum bisa membongkar kasus korupsi di Kabupaten Asahan,dimana hal ini bukan rahasia umum sejak kepemimpinan mantan Bupati Asahan (Almarhum Taufan Gama Simatupang) hingga kini,padahal informasi lebih lanjut terkait kasus korupsi yang tengah ditangani KPK tersebut berjalan ditempat.

R.Bambang.SS mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pengawalan kasus korupsi di Kabupaten Asahan secara berjamaah yang diduga melibatkan Bupati,Wagub,Sekda serta beberapa kepala dinas di Kabupaten Asahan, CIC meminta KPK segera mengusut tuntas kasus korupsi di Kabupaten Asahan,serta menangkap para koruptor di Asahan.

“Saya minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mungkin mengusut kasus korupsi di Kabupaten Asahan,seperti yang dilakukan KPK terhadap Walikota Bekasi,”tutur Ketua Umum CIC.

Ketua Umum CIC mengungkapkan,
masalah korupsi di Kabupaten Asahan baru yang kecil saja terjaring,seperti belum lama ini keberhasilan pihak Kejaksaan Negeri Asahan mengungkap kasus korupsi dan sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ternak lembu senilai Rp 900 juta lebih tahun anggaran 2019.

Sementara kasus korupsi yang besar terkesan ditutup tutupi,sehingga tidak ada kasus korupsi besar di Asahan,
untuk itu CIC meminta kepada Kapolri,Kejagung serta KPK segera melakukan penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan oknum pejabat di Kabupaten Asahan,itupun kalau benar rumor yang beredar,dimana pelaku korupsi diduga telah memberikan “Upeti” kepada oknum penegak hukum sehingga kasus korupsi di Kabupaten Asahan sulit terjangkau oleh hukum.

Kita lihat bernyalikah KPK ungkap kasus korupsi di Asahan,serta menangkap para koruptor uang negara yang selama ini mereka nikmati.

(Jupiter Sembiring/Syam H.Purba)

Related posts