CIC Minta Kejagung Proses Kasus Korupsi Pengadaan Ternak, Yang Melibatkan Anak Menteri Pertanian Segera Diungkap

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) menilai kasus korupsi ternak yang sudah dilaporkan agar segera diungkap.

Dalam kasus korupsi ternak ini,diduga melibatkan anak Menteri pertanian Kemal Redindo Syahrul Putra (putra Syarul) yang sudah masuk ke Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus.

Menurut R.Bambang.SS Ketua Umum CIC,kasus ini sudah dilaporkan atas dugaan tindak pidana korupsi pada Kementerian Pertanian (Kementan) terkait pengadaan sapi, kambing dan pakan ternak.

R.Bambang.SS,menjelaskan, dari temuan yang diperoleh, ada proyek pengadaan pakan dan peternakan dipecah menjadi beberapa paket proyek, sebagian besar, paket protek yang dikerjakan oleh Dindo, sapaan akrab Kemal Syahrul Putra.

“Saya meminta Kejagung melalui Jampidsus agar segera melakukan penyidikan terhadap Dindo sapaan akrapnya, sebab yang mengelola beserta besannya, iparnya dan keluarganya yang menyebabkan kerugian triliunan. Sedangkan Menteri Syahrul yang merupakan proyeknya. Dia harus bertanggungjawab,” tutur Ketum CIC kepada www.kanalpk.com Jumat (11/06/2021) di Jakarta.

Ketum CIC R.Bambang.SS mengungkapkan,dalam laporan ke Jampidsus Kejagung telah memberikan sejumlah barang bukti,diantaranya, barang bukti berupa output pekerjaan yang fiktif. Kemudian, dokumen perusahaan yang fiktif.

Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung bidang Muda Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung didesak untuk bergerak cepat, penerapan tindak pidana korupsi pada Kementan itu. Sesungguhnya, penyelidikan perlu menunggu ada laporan resmi dari masyarakat. Pasalnya, jaksa memiliki kewenangan untuk mengetahui tanpa ada laporan.

“Jaksa juga bisa menemukan temuan itu sendiri atau dari pengembangan dugaan korupsi yang ditemukan oleh masyarakat itu. Jangan menunggu dan kasus ini segera diungkap lagi,” tegas R.Bambang.SS.

R.Bambang.SS membeberkan,dugaan tindak pidana korupsi ini bisa menjadi momentum perbaikan tata kelola di Kementan itu. Apalagi, Kementan merupakan sektor yang strategis untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Itu sebabnya, dia menyarankan, penyidik ​​untuk bergerak cepat untuk melacak tindak pidana korupsi di Kementan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa jaksa bisa bekerja profesional dalam dugaan tindak pidana korupsi di pemerintahan.

“Jangan sampai tebang pilih. Harus usut tuntas. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tandasnya.

Dugaan korupsi pengadaan dan peternakan diperoleh ketika melakukan penyelidikan terkait pengadaan tender di Kementan.

“Hasil investigasi kami, menduga adanya peran putra menteri sebagai pihak yang diuntungkan atas sejumlah proyek di lingkungan Kementan,” ujar R.Bambang.SS.

Ada kejanggalan pada pelaksanaannya, seperti yang terjadi di Pasuruan, Probolinggo dan Madura. Setelah kami telusuri, ternyata perusahaannya fiktif.

Pengadaan hewan ternak itu menggunakan APBN tahun 2020.

CIC menduga, pengadaan itu tanpa memperhatikan ketelitian dalam melihat kapabilitas perusahaan yang terkait. (Burhanuddin/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60