CIC Minta Menteri PUPR Hentikan Proyek Bendungan Lau Simeme, Banyak Warga Belum Ganti Rugi

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) meminta kepada Menteri PUPR agar menghentikan proyek Bendungan di Lau Simeme,dikarenakan belum semua warga mendapat ganti rugi tanah mereka.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum juga berhasil melobi Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan masalah ganti untung lahan yang dituntut oleh masyarakat yang tinggal di sekitaran proyek nasional pembangunan bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru.

CIC menilai,sampai saat ini banyak warga dari Desa Mardinding Julu, Desa Penen, Desa Sarilaba Jahe, Desa Rumah Gerat dan Desa Kuala Dekah yang lahan dan rumahnya terkena dampak pembangunan bendungan masih terus menuntut dan menanti kepastian bagaimana tanggungjawab Pemerintah Pusat.

Mereka masih tidak rela rumah dan lahan yang mereka kuasai secara turun menurun dianggap sebagai kawasan hutan produksi.

Wakil Ketua Umum CIC DJ Sembiring memaparkan,mengakui hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari Pemerintah Pusat untuk menindaklanjuti tuntutan warga. DJ Sembiring menilai pihak Pemkab hanya berdiam diri di tengah kondisi proyek yang terus dikerjakan.

CIC akan mendatangi pihak Kementerian Kehutanan untuk membicarakan masalah ini.

Untuk menindaklanjuti keluhan warga,CIC akan melakukan pertemuan kembali, dengan warga untuk menyelesaikan permasalahan ini ke Menteri PUPR,dan Menteri ART/BPN,karena dianggap yang masalah ini pun agar cepat selesai.

DJ Sembiring Wakil Ketua Umum CIC menegaskan,”Nanti akan kami undang pak menteri PUPR dan pak menteri ART/BPN turun ke lokasi proyek bendungan kau Simeme untuk mengadakan pertemuan dengan warga yang belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Apapun ceritanya ya harus ada peluang sama masyarakat (untuk dapatkan ganti untung). Pemerintah Pusat pun tidak mau ada masalah untuk proyek strategis ini karena levelnya juga ini sama seperti jalan tol. Di daerah lain di Indonesia, ada juga informasi yang kita dapat (kalau warga yang tinggal di lokasi kawasan hutan produksi) statusnya jadi area penggunaan lain supaya dapat ganti,”tegas DJ Sembiring kepada awak media Selasa (14/12/2022) di Jakarta.

DJ Sembiring menambahkan,karena merasa nasib warga dari 5 desa ini meminta agar pihak pemerintah segera memberikan ganti rugi, bahwa lahan yang mereka tempati sudah turun temurun dikuasai oleh 7 turunan.

Mengetahui bahwa lahan dan rumah yang mereka punya ditetapkan dan berstatus kawasan hutan produksi disebut sangat menyayat hati mereka. DJ Sembiring pun berharap agar Pemerintah dapat merenungkan apa yang mereka alami.

Wakil Ketua Umum CIC mengatakan
,”Sekarang iini saya mau bilang ini sebenarnya kampung yang dihutankan atau hutan yang dikampungkan.CIC tetap pada argumen warga sebelumnya (lahan masyarakat). Sudah 7 keturunan kami tinggal di situ, jadi sulit kami terima apa-apa yang diucapkan (disebut hutan produksi). Kami harap itu tidak jadi hutan. Tolong direnungkan agar kami bisa diperlakukan lebih manusiawi lagi. Hati kami itu tersayat sekarang ini,”tutur DJ Sembiring.

Pembangunan Bendungan Lau Simeme, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara, sudah mulai. Jalan-jalan menuju bendungan mulai terbuka. Ruang hidup warga terancam. Kebun-kebun mereka sebagai sumber hidup bakal hilang. Ganti rugi dinilai merugikan warga. Hingga kini, masalah ganti rugi lahan belum selesai.

Pembangunan bendungan ini masuk proyek strategis nasional dan sudah mulai sejak 2017. Kini, progres pembangunan konstruksi sudah sekitar 11%. Niatan pemerintah membangun bendungan berkapasitas tampung 28 juta meter kubik ini bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air baku di Sumut.

Tapi jangan lahan, rumah dan kebun warga yang menjadi korban pemerintah.

CIC meminta agar pihak Pemerintah memperhatikan dan segera proses ganti rugi. Lahan di sekitar bendungan Lau Simeme tumbuh berbagai jenis tanaman seperti aren, coklat, pete, durian, jengkol, bambu, dan pisang. Tanaman produksi itu telah menyelamatkan dan memberi penghidupan bagi warga.

Secara geografis, lokasi bendungan atau area reservoar Bendungan Lau Simeme ada sekitar sembilan desa dilintasi yaitu Desa Rumah Gerat, Sarilaba, Sarilaba Julu, Sarilaba Jahe, Kualadekah, Buluh Gading, Sarilaba Trumbuh, Pertumbukan dan Desa Kualasabah.

Jika masalah ini tidak segera diselesaikan,CIC dan warga akan melakukan upaya hukum,serta akan mebuka kasus ini,siapa dalang dan otak pelaku mafia tanah di proyek bendungan lau Simeme.

(BURHANUDDIN)

Related posts