CIC Siapkan Strategi Kembangkan Usaha

  • Whatsapp
banner 468x60

BINTAN-KANALPK

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Committee (CIC) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan usaha di tengah kompetisi yang semakin marak di industri sejenis di Tanah Air.

Direktur UKM & Bina Usaha DPP CIC Mawardi mengatakan, saat ini sektor perdagangan digital tengah bergairah. Aksi korporasi berupa merger dan akuisisi dilancarkan oleh sejumlah perusahaan untuk mengkonsoli
dasikan bisnis bagi CIC.

Mawardi mengungkapkan,”Di tengah kompetisi yang semakin sengit ini kami sudah menyiapkan strategi korporasi dalam mengembangkan usaha. Kami mempersiapkan dua tiga hal yang bisa membuat kami memenangkan pasar,” ujar Mawardi Dir.UKM Bina Usaha kepada awak media di Tanjung Pinang, Kamis (25/11/2021).

Saat ini, CIC menggarap delapan bisnis, mulai dari produk Teknologi Informasi (TI) dan pengembangan UKM & Perkebunan, digital printing solution, Pertanian, Irigasi, business solution, Kontruksi, Limbah B3 hingga digital products. Dari delapan bisnis yang terintegrasi, menjadi salah satu tulang punggung strategi CIC.

Sementara dari sisi bisnis lain, proporsi produk di CIC tergolong berimbang. Selama pandemi Covid-19 dari masa PSBB hingga PPKM, kategori produk UKM mendominasi transaksi di CIC, bersamaan dengan perlengkapan kesehatan (masker medis, cairan disinfektan, paket tes usap, dan lainnya) yang mengalami kenaikan di masa pandemi.

Direktur UKM Bina Usaha CIC menegaskan,”Ada transaksi yang naik, ada juga yang turun. Beberapa sektor terjadi pelambatan, tapi ada yang meningkat, jadi cukup berimbang,”ungkap Mawardi.

Hal senada disampaikan Koordinator DPP CIC Cecep Cahaya Sundaya mengat
akan,”Dalam pengembangan bisnisnya, lanjutnya, CIC melayani pengadaan (Projek) yang menawarkan efisiensi biaya hingga 25 persen per tahun melalui platform Bisnis (business-to-business). CIC juga bekerja sama dengan berbagai pengusaha untuk pengadaan pemerintah dengan menawarkan 150.000 SKU dari 9.000 suppliers,”kata Cecep.

Saat ini, setidaknya ada 10 pemda/pemkot yang tengah berproses dengan Bhinneka.Com. Targetnya, hingga akhir tahun ini ada 5 e-marketplace milik pemerintah daerah yang akan go live.

“Dengan teknologi yang kami sediakan, banyak korporasi, organisasi, dan lembaga yang dapat menghemat anggaran investasi untuk pembangunan e-marketplace ini,” kata Koordinator DPP CIC Cecep Cahaya S.

Sementara di sisi organisasi, komunitas, universitas tercatat hampir 30 yang sedang kami kerjakan. Dua e-marketplace milik universitas sudah go live, dan menyusul beberapa segera go live di kuartal 4 ini.

(BURHANUDDIN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60