CIC Ungkap Modus Operandi Mafia Tanah Melibatkan Oknum BPN,Polri Segera Berantas

  • Whatsapp
banner 468x60

KEPRI-KANALPK

Corruption Investigastion Commiittee (CIC) akan terus berupaya dalam memberantas praktik-praktik mafia tanah yang melibatkan oknum BPN. Kehadiran mafia tanah dianggap sebagai penyebab terjadinya kasus sengketa dan konflik pertanahan yang marak terjadi. Karena itu, mafia tanah tidak boleh semakin merajalela dan seluruh oknum yang terlibat di dalamnya harus diberantas hingga ke akar.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mengungkapkan,”Mafia tanah saat ini tetap merajalela. Hal tersebut terjadi salah satunya karena jaringan mereka yang luas. Oknum pejabat BPN kerapkali memberikan peluang bagi mafia tanah,sehingga terjadi di pusat maupun disemua daerah, seperi di Tg.Balai Karimun
,Batam,Tangjung Pinang,Bintan serta daerah Tanggerang dan Grobongan,maka hal ini yang sangat menjadi perhatian Presiden Jokowi sehingga mafia tanah tidak boleh lagi merajalela,” ungkap R.Bambang.SS dalam keterangan tertulis, Senin (8/11/2021) kepada wartawan di Karimun

.

R.Bambang.SS memaparkan,beberapa modus operandi mafia tanah di Indonesia. Banyak kasus yang terjadi, antara lain melakukan pemalsuan dokumen, pendudukan ilegal atau tanpa hak, mencari legalitas di pengendalian, rekayasa perkara, kolusi dengan oknum aparat untuk mendapatkan legalitas, kejahatan korporasi, pemalsuan kuasa pengurusan hak atas tanah, serta hilangnya warkah tanah akibat modus yang dilakukan para mafia tanah dan melibatkan orang dalam.

Untuk itu CIC meminta kepada Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas oknum yang terlibat bersengkokol dengan mafia tanah secara hukum,karena ulah mereka banyak masyarakat menjadi korban akibat kebiadapan mafia tanah.

Ketua Umum CIC menegaskan,”Hilangnya warkah ini merupakan ulah dari oknum yang ada di Kementerian ATR/BPN, oknum BPN di daerah yang bekerja sama dengan mafia tanah,hal ini bukan rahasia umum lagi,salah satu contoh mantan Kanwil BPN DKI Jaya yang kini jadi tersangka bebas berkeliaran menghirup udara segar,dan sampai saat ini mantan Kanwil BPN DKI belum dipenjara,jelas ini memberikan ruang bagi oknum yang terlibat mafia tanah untuk melakukan lobi lobi agar lepas dari jeratan hukum,disini terlihat lemahnya hukum,” tegas R.Bambang.SS.

Untuk mencegah terjadinya kembali kasus tersebut, CIC meminta pihak Kementerian ATR/BPN segera mungkin menujuk seseorang untuk menjaga warkah. Sehingga, apabila terjadi kehilangan Warkah maka akan diketahui siapa yang dapat dimintai pertanggungjawabannya dalam kasus ini.

CIC berharap hal ini bukan sekedar “Isapan Jempol” belaka,dan tegakan kebenaran hukum,sehingga para pemilik tanah atau ahli waris mendapatkan hak mereka kembali. (Jupiter Sembiring /Burhanuddin)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60