CIC Ungkap Pemain Besar Bisnis Tes PCR

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Banyak para pemain hasil negatif Rapid Test Antigen atau test RT-PCR menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk bepergian jarak jauh, baik menggunakan transportasi udara, laut, darat, maupun kereta,namun hal ini banyak merugikan masyarakat. Dimana harga yang bervariasi hingga waktu hasil yang juga mulai 3 jam sampai 24 jam tes pcr.

Dari hasil investigasi Corruption Investagstion Commiittee (CIC), dimana penyedia layanan PCR pun menjamur seiring tingginya kebutuhan masyarakat melakukan tes PCR sebagai syarat perjalanan. Berikut daftar beberapa penyedia layanan PCR.

Adapun para pemain besar PCR ini diantaranya, Quicktest
Seperti dikutip dari laman perusahaan, Quicktest di bawah PT Quicktest Laboratorium Indonesia. Perusahaan memberikan pelayanan untuk individu maupun kelompok.Perusahaan mengklaim memanfaatkan teknologi PCR model terbaru.

Layanan dari PT Quicktest Laboratorium Indonesia hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada individu, kelompok atau perusahaan dalam mendeteksi virus Covid-19 dengan dukungan teknologi RT-PCR model terbaru.

Produk yang ditawarkan juga diklaim memiliki keunggulan dibanding produk lain. Keunggulan tersebut yakni pada akurasi tes.

Menurut Ketua Umum CIC E.Bambang.SS mengatakan,”RT PCR & Automated NA Extraction merupakan alat test Covid-19 dengan menggunakan metode swab test memiliki akurasi lebih dari 95% dengan estimasi waktu kurang dari 120 menit untuk mendapatkan hasil setelah pengambilan sampel dari pasien serta dapat melakukan 1.400 test dalam satu hari per 1 unit RT-PCR,” Perusa
haan.Keberadaan Quicktest tak lepas dari sosok Irawati Muklas. bisnis layanan kesehatan dengan nama Quicktest.id bersama Haekal Anshari sebagai Medical Director,”ujar R.Bambang.SS kepada wartawan Senin (15/11/2021) di Jakarta.

Disisi lain CIC menilai para pemain bisnis PCR meraup keuntungan besar,seperti Bumame,
Bumame Farmasi merupakan salah satu penyedia jasa tes PCR yang cukup dikenal orang. Dalam situsnya, Bumame menyatakan memiliki lab yang berkualitas dan tersertifikasi.

Terakreditasi dan terdaftar sebagai Laboratorium PCR COVID-19 di Kementerian Kesehatan Indonesia. Bersertifikat ISO 13485 (Medical devices – Quality management systems).

Layanan Bumame sendiri tersebar di berbagai daerah, dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Palembang, dan Bali. Kemudian, layanan yang disediakan meliputi home service, corporate service, wedding package, dan lain-lain.

R.Bambang.SS mengungkapkan,”Bisnis tes PCR dikuasai berbagai pihak: yayasan, pejabat, tokoh politik, hingga pebisnis yang dekat dengan kekuasaan. Erwin Aksa melihat peluang bisnis dari tes PCR karena kebutuhan masyarakat tinggi,”ujar Ketua Umum CIC.

Bisnis tes Polymerase Chain Reaction atau PCR menjamur di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan penyedia tes PCR ini menangguk keuntungan yang tak sedikit.

Berdasarkan informasi yang diperoleh CIC, perusahaan besar tes PCR menjalankan skema bisnis kerja sama dengan pemerintah atau memberikan layanan umum secara mandiri.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS memaparkan,”Perusahaan yang berbisnis tes PCR lainnya adalalah Bumame Farmasi. Perusahaan tes PCR ini memiliki 41 cabang yang tersebar dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Palembang, Yogyakarta dan Bali. Mayoritas saham PT Budimanmaju Farmasi dimiliki oleh PT Bumame Jakarta Indonesia. Adapun pemilik mayoritas Bumame Jakarta adalah pengusaha Jack Budiman,”tegas R.Bambang.SS.

Ada juga Smartcolab yang memiliki 20 laboratorium termasuk salah satunya yang berada di Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia ( INKOPPOL ) Manggarai. Inkoppol merupakan koperasi sekunder tingkat nasional yang dikelola oleh pihak kepolisian.

Smartcolab didirikan pengusaha Hipmi Sari Pramono yang belakangan menggandeng artis sekaligus pengusaha Ruben Onsu. Smatcolab menyediakan jasa tes PCR dari rumah atau yang disebut dengan Home Service. Harga yang dipatok mereka adalah Rp 465 ribu per test untuk satu orang.

R.Bambang.SS menegaskan,”Selain pemain besar tersebut, ada juga PT Quicktest Laboratorium Indonesia yang merupakan lab milik Avisha Group. Pemiliknya adalah Irawati Muklas. Ia membangun kerajaan bisnisnya Avisha Group pada 2002 saat masih berusia 26 tahun. Perusahaan ini bergerak di bidang sumber daya manusia dan tenaga alih daya (outsourcing),”ungkapnya.

Saat pandemi Covid-19 masuk Indonesia, bisnis Avisha ikut terpukul. Namun, Ira justru melihat peluang baru. Pada 18 Februari 2021, ia menggandeng dokter muda Haekal Anshari mendirikan lini bisnis layanan kesehatan.

Lini usaha baru itu menggunakan bendera PT Quicktest Laboratorium Indonesia yang berbasis di Tebet, Jakarta Selatan. Dalam situs perusahaan disebutkan perusahaan menyediakan layanan swab PCR, swab antigen, rapid test, dan tes isothermal.

Ketum CIC menilai,”Hanya dalam beberapa bulan, brand Quicktest berkembang pesat. Saat ini perusahaan sudah memiliki 28 cabang di kawasan di Jabodetabek. Saat awal berdiri, Quicktest mematok harga Rp 700.000 untuk swab PCR dengan hasil 24 jam dan Rp 180.000 untuk swab antigen,”papar R.Bambang.SS.

Irawati duduk sebagai Direktur Kampanye Udara di komunitas relawan tersebut. Ia bertugas menyusun strategi komunikasi terutama melalui media sosial.

Kedekatan Irawati dengan kalangan Istana berlanjut. Saat peresmian laboratorium Quicktest pada Februari silam, sejumlah tokoh penting ikut hadir.

Mulai dari Ketua Tim Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Reisa Broto Asmoro dan suaminya Tedjodiningrat Broto Asmoro, hingga Lenny Sri Mulyani, istri Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Untuk itu,CIC berharap para penegak hukum bersatu untuk melakukan penegakan hukum tentang bisnis PCR yang merugikan negara dan rakyat ini,baik itu Polri,Kejagung dan KPK bersama memberantas para pemain besar PCR.

(Jupiter Sembiring)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60