Deny Pomanto Minta Maaf Larang Warga Mudik

  • Whatsapp
banner 468x60
Walikota Makassar Danny Pomanto usai sholat Iduk Fitri 1442 H

MAKASSAR-KANALPK

Suasana lebaran,banyak warga yang ingin berkunjung ke sanak keluarga dikampung,namun larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah membuat niat warga tersebut terhenti,karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19.

Sementara, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menangis terharu saat memberi sambutan sesaat sebelum salat Idul Fitri. Danny menyampaikan maaf kepada warga yang tidak bisa mudik Lebaran tahun ini demi pencegahan penyebaran COVID-19.

“Mohon maaf kalau kita harus menahan diri untuk tidak mudik. Mudik bisa dilakukan secara virtual dan kemudian kenapa saya memutuskan salat Id di 1.000 RW, karena Karebosi bisa menjadi membangkitkan penyebaran COVID-19,” kata Danny Pomanto, Kamis (13/5/2021) usai sholat Id kepada wartawan.

Walkot Makassar Danny bersyukur tahun ini bisa melaksanakan salat Idul Fitri meski dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelumnya dirinya tak bisa melaksanakan salat Id bersama warga Makassar.

“Kenapa saya terharu, karena di tahun lalu kita tidak sempat bersilaturahmi, bersujud bersama-sama karena pandemi yang baru melanda seluruh dunia,” ungkap Danny.

Danny menuturkan inilah usaha pemerintah untuk melindungi warga dari penularan COVID-19. Ini adalah usaha pemerintah untuk memastikan warganya tidak tertular COVID-19.

Dalam ungkapan Walkot Makassar Danny Pomanto,itu,ia juga tidak mengadakan open house. Hal itu dilakukannya untuk mematuhi instruksi Pemerintah Pusat.

Disisi lain,pihak Dinas Perhubungan (Dishub), TNI bersama Dirlantas Polda Sulawesi Selatan siap memperketat pengawasan kendaraan lintas daerah untuk menerapkan larangan mudik pada Lebaran 2021 yang ditetapkan pemerintah dengan skema penyekatan.

Kepala Dishub Sulsel Muhammad Arafah di Makassar, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menjalankan aturan tersebut.

“Model penyekatan hampir sama seperti tahun lalu, jadi kita tinggal menunggu pihak Dirlantas, di mana akan ditempatkan titik pemeriksaan untuk pemeriksaan kendaraan terkait larangan mudik Lebaran 2021 ini,” katanya kepada wartawan.

Setiap kendaraan akan diperiksa secara seksama termasuk melihat KTP dari orang-orang yang berada di kendaraan tersebut.

Termasuk juga kendaraan angkutan bernomor polisi warna hitam yang sering digunakan penumpang untuk perjalanan antardaerah di Sulsel.

Jika terbukti tidak berdomisili di daerah tersebut, katanya. maka dilarang masuk atau kendaraannya dipaksa putar balik.

“Berdasarkan Permenhub no 13 (pengendalian transportasi Idul Fitri 1442 H) seluruh moda transportasi dilarang beroperasi, itu intinya. Kita menunggu petunjuk Dirlantas tentang penempatan titik pemeriksaan,” kata Muhammad Arafah.

Sementara itu,Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk penjagaan arus mudik ini nantinya menjelang Lebaran, yang tentunya dalam penjagaan perbatasan itu melibatkan unsur pemerintah kabupaten/kota.

Pemerintah kabupaten/kota harus melihat sejauh mana itu, bagaimana pergerakan orang per orang setiap harinya, maka tentu ada pertimbangan dari kabupaten/kota,” katanya. (SAMUEL PAJALA)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60