Dilematis PPKM Darurat

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh :Andi Kusuma.SH.MH.MKn

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebagai bentuk concern Jokowi kepada keselamatan Rakyat. Ok lah. Kita sepakat.
Tapi tidak sependapat kalau focusnya hanya kepada disiplin masyarakat menjaga Prokes. Mengapa? akan sama saja nasipnya dengan PSBB. Walau keduanya beda, tetapi organ yang terlibat tetap PEMDA dan TNI-Polri yang di frontline. Hasilnya? PSBB dilanggar begitu saja. Sementara anggaran Satgas yang di frontline ratusan triliun habis begitu saja. Bahkan BLT atau sembako dikorup. Bahkan ada dana BLT dipakai bailout gagal bayar utang bank milik Pemda. Kan lucu.

Kalau diulang lagi ya akan sama saja. Tidak percaya? tuh DKI sudah berani bicara. Kalau pusat tidak bantu uang besar, DKI tidak berdaya. Jawa Barat juga sudah ngomong. Tidak ada uang untuk laksanakan PPKM. Belum Pemda lainnya. Dan hebatnya anggaran satgas tidak bisa diaudit. Moral hazar akan berlaku. Ada gula ada semut. Ada uang ada setan. Drama korban COVID akan semakin banyak dan kelak berhenti drama itu setelah dana dari pusat cair. Kembali rame kalau anggaran habis. Gitu aja terus.

Ada rencana PPKM Darurat diperpanjang selama 4 – 6 minggu guna menahan penyebaran kasus. Menahan penyebaran belum pasti tetapi korban ekonomi bagi rakyat kecil pasti terjadi.

Saran saya sebaiknya rencana perpanjangan status PPKM darurat dibatalkan. Anggaran satgas dikurangi saja. Yang penting hukum ditegakkan dengan tegas. Yang melanggar disiplin Prokes dihukum. Siapapun. Rakyat sudah sangat siap dengan pandemi. Apapun tejadi mereka sudah sadari resikonya. Diam di rumah mati kelaparan. Bergerak keluar rumah? mati karena corona. Tetapi setidaknya di luar rumah ada harapan asalkan jaga prokes sedangkan diam saja di rumah nyaris tidak ada harapan. Kira kira begitu. Jadi gimana?

Pemerintah perkuat saja logistik kesehatan agar antibodi masyarakat bisa kuat. Bukankah yang realistis melawan COVID adalah antibodi kita sendiri. Obat belum ada. Kalaupun ada, hanya mengobati ekses dari adanya virus. Sediakan masker dan vitamin C, D E gratis di setiap puskesmas. Bila perlu buat pos layanan obat disetiap Desa untuk memenuhi obat generik seperti Ivermictin, Avimac atau bahkan Avigan. Itu lebih realistis.

Kemudian, yang paling penting. Larang media massa yang memberitakan soal COVID berlebihan sehingga menimbulkan keresahan yang bisa membuat immun rakyat turun. Perbanyak setiap testimoni orang sembuh melewati COVID 19.

Penulis adalah Andi Kusuma,SH.MH.MKn dan Ketua Pokdarkamtibmas Kepri

banner 300x250

Related posts

banner 468x60