Dirlantas Polda Metro Jaya Perketat Permohonan Nopol Khusus

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes.Pol.
Sambodo Purnomo Yogo akan memperketat permohonan STNK berpelat khusus dan rahasia. Hal ini dilakukan setelah banyak temuan pelanggaran ganjil-genap yang dilakukan oleh pengendara bernopol khusus atau rahasia.

Pengetatan ini disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya merupakan bagian dari penertiban. Pengetatan ini akan disesuaikan dengan Perkap Polri No 3 Tahun 2012.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes.Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan,” Kami sudah melakukan pembatasan dan pengetatan terhadap permohonan nopol khususn pada STNK rahasia maupun STNK khusus, baik permohonan baru maupun saat perpanjangan,” tegas Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Gedung Ditlantas Polda Metro, Rabu (19/1/2022).

Kombes Pol Sambodo menegaskan,Kita akan ketatkan sesuai dengan Perkap Polri. Dalam rangka penertiban STNK khusus dan STNK rahasia,”paparnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya menjelaskan, untuk pengetatan persyaratan permohonan pelat ‘dewa’ harus melalui rekomendasi dari beberapa pihak seperti Propam (untuk Polri) dan Intel (non-Polri).

Kombes.Pol. Sambodo Purnomo Yogo Dirlantas Polda Metro Jaya Mengungkapkan,” Masalah Nopol khusus harus mendapatkan rekomendasi, baik dari Propam maupun dari intel. Untuk instansi di luar Polri itu dari intel, dalam Polri dari Propam,” imbuhnya.

Yang telah ditilang sudah 124 Mobil berplat ‘RF’

Pihak Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes.Pol. Sambodo Purnomo Yogo,menyebutkan pihaknya telah menindak sebanyak 124 kendaraan berpelat ‘dewa’. Penindakan terhadap kendaraan berpelat ‘RF’ itu dilakukan sejak Senin (18/1) kemarin.

“Sejak hari Senin kemarin dalam 3 hari, sudah ada 124 kendaraan berpelat STNK khusus dan STNK rahasia yg kami tindak dengan tilang,” ungkap Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo Dirlantas Polda Metro Jaya.

Dia menjelaskan, kegiatan itu merupakan tindakan penertiban kendaraan berpelat ‘dewa’. Pelanggaran yang paling banyak ditemui adalah pelanggaran ganjil-genap, penggunaan bahu jalan dan rotator.

“Dalam rangka tertibkan kendaraan tersebut. Paling banyak adalah ganjil-genap, pelanggaran bahu jalan, pelanggaran penggunaan rotator dan sirene,” tuturnya.

(R.BAMBANG.SS)

Related posts