Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat,Palestina Berduka

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pelestina berduka,Selain di Gaza, korban jiwa warga Palestina juga terus berjatuhan di wilayah Tepi Barat.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (15/5/2021), Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, sedikitnya 10 warga Palestina tewas akibat tembakan tentara-tentara Israel selama bentrokan pada Jumat (14/5) waktu setempat.

Menurut sumber-sumber, aksi protes yang diwarnai kekerasan terjadi di berbagai penjuru Tepi Barat, dengan sebagian besar pemuda Palestina melemparkan batu, bom molotov dan proyektil lainnya ke pasukan Israel, yang membalas dengan melepaskan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam.

Meliter Israel menyatakan seperti diberitakan Arab News, Sabtu (15/5/2021), salah satu korban termasuk warga Palestina yang tewas setelah mencoba menikam seorang tentara.

Pejabat kesehatan Palestina mengkonfirmasi kematian itu.

Sementara,pihak Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sembilan warga Palestina lainnya tewas dalam bentrokan lemparan batu dengan pasukan Israel di beberapa lokasi di Tepi Barat.

Meningkatnya kekerasan di Tepi Barat terjadi di tengah gempuran udara besar-besaran oleh militer Israel di Gaza. Sumber keamanan Palestina mengatakan pertempuran pada hari Jumat (14/5) adalah yang “paling intens” sejak intifada kedua, yang dimulai pada tahun 2000.

Ironisnya,kelompok Hamas yang menguasai Gaza dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 1.800 roket ke Israel sejak Senin (10/5) lalu, menewaskan sembilan orang, dengan sirene terus meraung-raung di seluruh Israel.

Disisi lain,pihak Pemerintah China menuduh pemerintah Amerika Serikat “mengabaikan penderitaan” umat Islam, setelah Washington sempat memblokir rencana pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas konflik antara Israel dan Palestina.

Di saat konflik di Gaza memanas, China telah mengangkat masalah Palestina di Dewan Keamanan, tempat di mana China sering memainkan kartu vetonya untuk memblokir mosi terhadap sekutu-sekutunya.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (15/5/2021), AS yang menjadi perisai diplomatik Israel di PBB, memblokir sesi sidang Dewan Keamanan PBB yang semula dijadwalkan pada Jumat (14/5) di tengah pertumpahan darah yang terus terjadi di Gaza. Namun, para diplomat mengatakan pemerintah AS akhirnya setuju untuk memindahkan sesi sidang Dewan Keamanan tersebut ke hari Minggu (16/5).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan kepada wartawan bahwa AS secara sepihak menghalangi Dewan Keamanan untuk berbicara tentang krisis di Gaza, “berdiri di sisi berlawanan dari komunitas internasional”.

“Apa yang kami rasakan adalah bahwa AS terus mengatakan bahwa mereka peduli dengan HAM Muslim … tetapi mengabaikan penderitaan rakyat Palestina,” kata Hua.

Dia membandingkan keengganan Amerika di Dewan Keamanan dengan seruan AS, Inggris, dan Jerman agar China mengakhiri penindasan terhadap minoritas Muslim Uighur.

AS harus menyadari bahwa kehidupan Muslim Palestina sama berharganya,” cetus Hua.(BURHANUDDIN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60