DPW CIC Kepri Siap Berantas Korupsi, Dan Tegakan Keadilan Bagi Masyarakat

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Terdapat banyak kelompok masyarakat yang telah membentuk wadah atau otorisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai kontrol sosial dalam penyelenggaraan pemerintahan, yang disebut dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dalam hubungannya dengan tindak pidana korupsi, LSM memberikan peranan untuk memantau terjadinya tindak pidana korupsi serta melaporkannya ke penegak hukum.

Yang menjadi rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimanakah peran serta Lembaga Swadaya Masyarakat Khususnya CIC di Provinsi Kepri dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, dan apakah faktor-faktor yang menghambat dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Ketua DPW CIC Kepri Budianto menuturkan,” Metode pendekatan yang dilakukan oleh DPW CIC Kepri,yaitu dengan mengadakan penelitian lapangan, yaitu dengan melihat fakta-fakta yang ada dalam peraktek dan pelaksanaanya, pendekatan tersebut dengan cara mempelajari kenyataan yang terjadi dalam peraktek lapangan, dimana pendekatan ini dilakukan dengan wawancara langsung terhadap pihak-pihak yang bersangkutan dan ada kaitanya dengan permasalahan Tindak Pidana Korupsi,”ujar Budianto kepada wartawan Minggu (24/10/2021) di Jakarta.

Kesimpulan dalam hal ini bahwa peran serta Masyarakat Khususnya Corruption Investigasition Committee (CIC) di Kepri, dalam upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ,adalah tugas dan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran anti korupsi,untuk melakukan upaya preventif maupun upaya kuratif, bermitra baik dengan pihak penegak hukum,maupun dengan media lokal.

Budianto Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Kepri CIC ,mengungkap tiga strategi atau pendekatan yang digunakan CIV dalam memberantas korupsi. Ketiga strategi tersebut yakni pendekatan dengan cara pendidikan masyarakat, pencegahan dengan perbaikan sistem dan juga penindakan secara tegas,”tutur Budianto.

DPW CIC Kepri menyatakan siap menerima tantangan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau untuk mendatanagani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pemberantasan tindak pidana korupsi di Kepri.

Menurutnya, berbagai lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi,CIC siap bekerjasama dengan para penggiat Anti Korups dari berbagai organisasi lainnya berencana untuk membangun nota kesepahaman tentang penuntasan kasus korupsi di Kepri.

Budianto kembali menegaskan,” Bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama. Soal komitmen, tidak ada lagi yang perlu diragukan. Sejumlah prestasi yang diraih CIC Pusat terkait pemberantasan korupsi secara jelas menggambarkan bahwa komitmen CIC untuk anti korupsi sangat kuat,”papar Ketua DPW CIC Kepri.

Lebih jauh Budianto Ketua DPW CIC Kepri menjelaskan, bahwa korupsi hanya bisa diberantas dengan kerja sama semua pihak. Meski secara internal CIC di Prov Kepri, dirinya terus membangun sistem yang lebih rapi untuk menghindari celah-celah korupsi, tapi jika masyarakat masih membuka ruang untuk korupsi, maka korupsi masih sangat mungkin terjadi.

“Kalau ada pengusaha yang melakukan suap ke pejabat, maka harus segera kita laporkan. Kalau sampai terjadi suap, maka pejabat dan si penyuap itu sama-sama tidak baiknya,” tegasnya.

Dari sistem dan komitmen yang terus dibangun, termasuk diantaranya dengan membuka kran keterbukaan informasi publik maka, pemerintah akan bisa merasa lebih tenang dalam bekerja. Jika tidak melakukan penyimpangan, maka siapapun pemerintah tidak perlu khawatir. “Kalau kita bersih, mengapa harus risih,” lanjutnya.(Shella/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60