Dua Remaja Dianiaya Hutang Judi, CIC Minta Kapolri Tutup Hotel Satria Karimun

JAKARTA-KANALPK

Kasus pengeniayaan terhadap dua orang pelajar berinisial HK (20) dan DN (19) yang dihajar hingga babak belur oleh sejumlah orang di Arena Permainan Judi di Hotel Satria, Karimun, Provinsi Kepri, pada Sabtu (26/2/2022) Malam,CIC meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menutup Hotel Satria Karimun yang diduga tempat sarang perjudian yang berkedok permainan serta diduga sarang narkoba bukan rahasia umum lagi.

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) menilai,penyebab penganiayaan itu diduga dua remaja tersebut memiliki utang ke pihak Arena Permainan di Hotel Satria Karimun.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum CIC DJ Sembiring mengutuk keras penganiayaan yang terjadi di hotel Satria tersebut. CIC mem8nta dengan tegas agar Kapolri segera menutup Arena Permainan yang berbau pejudian di Hotel Satria Karimun dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“CIC mengharapkan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowi segera menutup tempat Permainan Perjudian tersebut, karena sudah meresahkan masyarakat setempat. Hal ini membuat masyarakat di sini geram dan mengutuk atas terjadinya pemukulan atau penganiayaan terhadap masyarakat di dalam arena permainan itu,”tegas Wakil Ketua Umum CIC DJ Sembiring kepada awak media, Selasa (01/3/2022) di Jakarta.

DJ Sembiring juga mengungkapkan, Arena Permainan di hotel Satria Karimun yang juga tempat arena pesta peredaran narkoba yang pemiliknya (Edy Atoy) selalu mengatakan memiliki izin dari pihak Polda Kepri dan Mabes Polri.

Menurut Wakil Ketua Umum CIC memaparkan,”Apa pun yang sudah terjadi hukum tetap berjalan. Kedua anak yang telah dianiaya di dalam tempat perjudian itu semuanya sudah visum, untuk bukti bahwa benar-benar sudah dianiaya di dalam Hotel Satria Karimun yang menjadi sarang Arena Permainan judi itu,”ungkap DJ Sembiring.

CIC berharap,kepada Kapolri segera untuk cepat menangkap pelaku penganiayaan dan segera menutup sarang judi di hotel Satria Karimun.

DJ Sembiring Wakil Ketum CIC dengan tegas mengatakan,”Kalau ini dibiarkan, maka pengusaha Arena Permainan tersebut merasa kebal Hukum dan mereka tidak mudah tersentuh hukum,karena para big bos judi di Provinsi Kepri selalu mengatakan sudah menyetor “Upeti” kepada Mabes Polri,Polda Kepri dan Polres,sihingga kasus judi jarang sampai ke pengadilan,untuk itu CIC supaya masalah ini cepat diselesaikan dan menutup Arena Permainan yang terindikasi berbau judi yang berada di dalam Hotel Satria tersebut,” pungkasnya.

(R.BAMBANG.SS)

Related posts