Harga Jabatan Rp 15 Juta,Kabareskrim Ungkap Kasus Suap Bupati Nganjuk

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

PIHAK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka suap jual-beli jabatan.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan ada harga tertentu yang dipatok oleh Rahman.

Menurut Kabareskrim Komjen Pol. Agus Andrianto menegaskan,””Informasi penyidik, untuk di level perangkat desa itu antara Rp 10 sampai 15 juta,” kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021) kepada wartawan.

Agus mengatakan ada harga untuk jabatan lain. Dia menduga harga yang dipatok Rahman untuk jabatan di atas perangkat desa mencapai Rp 150 juta.

Komjen Pol.Agus Andrianto menduga ada lagi harga lain untuk jabatan yang lebih tinggi.

Agus menyebut para perangkat desa se-Nganjuk diduga memberi suap untuk mendapat jabatan.

“Kalau tadi informasinya hampir di semua desa, perangkat desanya lakukan pembayaran. Jadi kemungkinan jabatan-jabatan lain juga dapat perlakuan yang sama,” tuturnya.

Akhirnya,pihak KPK menyerahkan pengusutan kasus dugaan suap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri. Sejak awal, KPK dan Bareskrim Polri sama-sama menyelidiki kasus ini.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menuturkan KPK menerima laporan adanya penerimaan hadiah atau janji yang terkait dengan pengisian jabatan pada perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk sejak akhir Maret 2021. Tim pengaduan masyarakat (Dumas) lalu menindaklanjuti laporan itu.

“Saat unit koordinasi dan supervisi penindakan KPK berkoordinasi dengan Dirtipikor Bareskrim Polri, juga diperoleh info bahwa Bareskrim Polri juga menerima aduan masyarakat yang sama terkait hal tersebut,” kata Lili dalam jumpa pers di gedung KPK, Senin (10/5/2021).

“Untuk menghindari adanya tumpang-tindih laporan masyarakat, maka dilakukan koordinasi KPK dengan Bareskrim Polri 4 kali dan sepakat akan dilakukan kerja sama menindaklanjuti laporan masyarakat yang dimaksud,” sambungnya.

Sementara itu,pihak KPK akan mendukung penuh pengusutan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Penyelidikan kasus ini sendiri dilakukan sejak April 2021.

“Penyelesaian penanganan perkara ini akan dilakukan oleh Dirtipikor Bareskrim Mabes Polri,” ucap Lili.

Sebelumnya,Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga ikut angkat bicara dalam jumpa pers yang sama. Dia menegaskan komitmen Polri untuk terus bekerjasama dengan KPK dalam mengusut berbagai kasus korupsi. Dalam kasus Bupati Nganjuk, ternyata informasi yang didapat KPK dan Polri sama.

“Informasi yang kita peroleh, sumbernya bisa sama, yang menginformasikan kejadian di wilayah, ini selalu kita komunikasikan jajaran kepolisian dan KPK,” ucap Komjen Agus.

Pengusutan kasus ini sudah melalui berbagai tahapan koordinasi dan berbagi informasi antara 2 lembaga. Komjen Agus mengatakan Bareskrim Polri dan KPK kemarin sama-sama melakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk.

“Pada hari Minggu yang lalu, 3 komisioner KPK dan 11 anggota dari Bareskrim Polri bersama-sama melaksanakan kegiatan tindak lanjut atas temuan yang sudah terkumpul untuk melakukan operasi tangkap tangan Bupati dan perangkat yang terlibat dalam jaringan ini,” kata Komjen Agus.

KPK telah menetapkan Rahman dan enam orang lainnya menjadi tersangka. Keenam orang tersangka itu ialah:

  1. DUP, Camat Pace
  2. ES, Camat Tanjung Anom sekaligus Plt Camat Sukomoro
  3. HAL, Camat Berbek
  4. BS, Camat Locerek
  5. TBW, mantan Camat Sukomoro, yang diduga sebagai pemberi
  6. MIM, Ajudan Bupati Nganjuk.

“TBW mantan camat Sukomoro sebagai pemberi, dan Saudara MIM ajudan Bupati Nganjuk yang diduga sebagai perantara penyerahan uang dari camat dimaksud ke Bupati Nganjuk,” ujar Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto.

Djoko mengatakan para tersangka itu disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor dengan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman penjara dari 1 hingga seumur hidup.

“Barang bukti uang yang diamankan Rp 647.900.000,” ujar Djoko.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60