Hotel Milik Tersangka Benny Tjokro Dan 151 Lahan Tanah Disita Kejagung

  • Whatsapp
banner 468x60
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak

JAKARTA-KANALPK

Pihak Kejaksaan Agung kembali menyita 151 bidang tanah milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero), Benny Tjokrosaputro di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan,”Disita aset-aset milik atau yang terkait Tersangka BTS berupa 151 bidang tanah dengan luas sekitar 2.972.066 meter persegi di Desa Sepayung, Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa,”ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021) kepada wartawan.

Bahwa penyitaan tersebut telah disetujui dan mendapat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor: 194/Pen.Pid/2021/PN.Sbw tertanggal 18 Mei 2021.

Sementara,Kapuspenkum Leonard menjelaskan, penetapan itu memutuskan untuk memberikan izin kepada penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menyita untuk ditaksir sebagai upaya penyelamatan kerugian keuangan negara.

“Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,” tambah Leonard.

Kejagung juga menyita aset berupa hotel Brothers Inn milik Bentjok di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Diketahui, bangunan tersebut berdiri di atas enam bidang tanah. Kemudian, terdapat satu bidang tanah lain yang turut disita oleh penyidik di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut dia, seluruh aset yang disita telah melalui penetapan pengadilan setempat.

“Penetapan izin penyitaan tersebut, pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik dari Kejaksaan Agung untuk menyyita 7 bidang tanah dan bangunan di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Leonard.

Sejauh ini, nominal uang yang dikumpulkan dari sejumlah aset sitaan milik tersangka sudah terkumpul hingga Rp10,5 triliun.

Aset sitaan itu di antaranya sejumlah tambang dan barang mewah seperti mobil, apartemen, hotel, tanah, hingga beberapa kapal tongkang. Barang-barang itu nantinya digunakan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dan sebagai alat bukti.

Dalam perkara ini, kasus korupsi itu diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp23,7 triliun.

Aset Sitaan Tersangka Korupsi ASABRI Ditaksir Capai Rp10,5 T

Disisi lain,pihak Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah mengatakan penelusuran dan penyitaan aset masih akan terus dilakukan untuk menutupi kerugian keuangan negara akibat korupsi di perusahaan pelat merah itu yang mencapai Rp23,7 triliun.

Dirdik Kejagung Febrie Adryansah

“Sekarang sudah Rp10,5 triliun. Untuk sementara taksirannya masih sekitar itu,” kata Febrie.

Tersangka Benny Tjokro

Dia menjelaskan bahwa nilai tersebut sudah termasuk sejumlah tambang yang disita penyidik dari para tersangka. Selain itu, penyidik juga menyita beberapa barang mewah seperti mobil, apartemen, tanah, hingga beberapa kapal tongkang.

Febrie menjelaskan bahwa saat ini penyidik tengah mempercepat proses pemberkasan para tersangka. Namun demikian, dia belum dapat memastikan kapan berkas itu akan rampung dan dilimpahkan ke penuntut umum.

“Sekarang kan kami tengah persiapan pemberkasan ya,” jelasnya lagi.

Dalam kasus ini, terdapat sembilan tersangka yang telah dijerat Kejagung. Selain Bentjok, tersangka lain ialah Dirut PT ASABRI periode 2011 sampai Maret 2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri, Dirut PT ASABRI periode Maret 2016 -Juli 2020 Letjen Purn.

Termasuk, Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT ASABRI periode Oktober 2008 -Juni 2014 Bachtiar Effendi, serta Direktur PT ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Berikutnya, Kepala Divisi Investasi PT ASABRI Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo dan Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro.

Tersangka Benny Tjokro, Lukman Purnomosidi dan Heru Hidayat didapuk sebagai pengendali saham milik perusahaan pelat merah itu. Sementara, mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purn) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purn) Sonny Widjaja yang membuat kesepakatan dengan pihak swasta. (R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60