Jalan di Jakarta dan Depok Macet,Dihari Pertama Lebaran

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Dalam pantauan www.kanalpk.com,terlihat Arus lalu lintas di Jalan Raya Ir. H. Juanda dari arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuju Bogor, Jawa Barat mengalami kemacetan di hari pertama Idulfitri.

Kepadatan terjadi sejak persimpangan Pasar Jumat setelah stasiun MRT hingga lebih 3 kilometer memasuki perbatasan Tangerang Selatan, Banten.

Kemacetan juga terjadi di sepanjang jalan Raya Pasar Minggu menuju arah Pancoran. Kemacetan terjadi selepas Pasar Minggu akibat putaran kawasan Volvo sekitar pukul 11.00 WIB.

Titik macet lain terjadi di Jalan Raya Citayam yang menghubungkan Kota Depok dengan Bogor. Di kawasan ini kemacetan dipicu keberadaan sejumlah persimpangan kereta dan taman pemakaman umum (TPU). Dari sepanjang Jalan Raya Citayam hingga Lenteng Agung, tidak ada satu pun check point atau pos penyekatan larangan mudik.

Sementara, arus lalu lintas terpantau ramai lancar dari arah sebaliknya. Posko penyekatan yang berdiri di simpang Pasar Jumat juga tak dijaga oleh satu pun petugas. Kendaraan bebas keluar masuk dari arah Tangsel menuju Jakarta yang tengah memberlakukan larangan mudik lokal.

Sementara itu, sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta terpantau ramai lancar menjelang siang di hari pertama lebaran. CNNIndonesia.com, menelusuri sejumlah ruas jalan dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Timur.

Lalu lintas terpantau ramai lancar mulai dari Jalan TB. Simatupang, Antasari, Prapanca Raya, Kapten Tendean, hingga Pancoran. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur.

Di Jalan MT. Haryono, yang biasa digunakan pemudik menuju arah Jawa Tengah, juga terpantau ramai lancar. Situasi ramai lancar juga terpantau di Jalan Tol dalam kota sepanjang satu kilometer mulai dari Kuningan sampai Pancoran dan sekitarnya.

Pihak pemerintah diketahui tengah memberlakukan larangan mudik lokal untuk wilayah aglomerasi, termasuk Jabodetabek selama libur Lebaran mulai 6-17 Mei. Larangan mudik tersebut berlaku dalam upaya pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19.

Untuk memecah kebingungan masyarakat terkait mudik lokal di wilayah aglomerasi, saya tegaskan pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, baik lintas provinsi maupun satu wilayah kabupaten/kota aglomerasi,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden.

Disisi lain,Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memohon maaf dan maklum kepada masyarakat karena jajarannya telah melarang mudik Lebaran 2021.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo, pemerintah dan khususnya aparat kepolisian yang bersiaga mencekal perjalanan pada titik-titik penyekatan, sebenarnya tidak bermaksud melarang masyarakat mudik.

Menurut Listyo, semua ini dilakukan agar masyarakat terhindar dari risiko penularan Covid-19.

Saat masyarakat mudik, kata Listyo, biasanya akan melakukan kegiatan silaturahmi kepada orang-orang yang berusia lebih tua.

“Tentunya itu ada risiko apabila terpapar. Maka risikonya tiga kali lipat daripada yang muda,” ujar Listyo.

Karena itu, Listyo memohon maaf dan maklum dari masyarakat yang dilarang melakukan mudik pada perayaan Idulfitri tahun ini.

“Oleh karena itu, sekali lagi kami mohon maaf kami mohon maklum bagi masyarakat,” pinta Listyo.

Menurutnya, silaturahmi untuk sementara bisa dilakukan secara virtual, baik melalui sambungan video call ataupun lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus Corona. (R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60