Jampidum Kejagung Menyetujui Restorative Justice Tersangka Hari Bin Sapuan Joyo Supadmo Kejari Karanganyer

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Pihak Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana menyetujui Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Perkara Tindak Pidana atas nama Tersangka Dua Malam Sehari A.Md Alias Hari Bin Sapuan Joyo Supadmo dari Kejaksaan Negeri Karanganyar yang disangkakan melanggar Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang Pengancaman.

Kasus posisi singkat Pada hari Senin tanggal 20 Desember 2021 sekira Pukul 15.30 WIB, bertempat di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Alfa Dinar yang beralamat di Keprabon Rt.07 Rw. 05 Desa Karangpandan Kabupaten Karanganyar Tersangka Dua Malam Sehari A.Md Al8as Hari Bin Sapuan Joyo Supadmo melakukan tindak pidana pengancaman dengan cara tersangka datang bersama dengan Saksi Aris Waskito dan Giyono dengan maksud untuk menemui pimpinan KSPPD Alfa Dinar Karangpandan untuk meminta keringanan pinjaman nama Saksi Aris Waskito tetapi Tersangka mendapat informasi bahwa pimpinan KSPPS Alfa Dinar Karangpandan tidak berada di tempat dan diminta untuk datang lagi sekira pukul 14.30 WIB.

Tersangka kemudian datang kembali sekira pukul 15:30 WIB dan bertemu Saksi korban Erna Setyowati yang mengatakan bahwa pimpinan KSPPS Alfa Dinar Karangpandan tidak berada di tempat dan meminta Tersangka untuk datang keesokan harinya.

Tersangka merasa tersinggung dengan pernyataan saksi korban dan terjadi percekcokan dimana Tersangka mengancam saksi korban dan mengumpat dengan kata-kata kasar.

Selanjutnya Tersangka mengambil botol handsanitizer di atas meja saksi korban dan menyemprotkannya tetapi karena tidak ada isinya sehingga cairan handsanitizer tersebut tidak mengenai saksi korban.

Kemudian tersangka menunjuk-nunjuk ke muka saksi korban dan bermaksud untuk menampar saksi korban tetapi hanya mengenai jilbab yang dikenakan oleh saksi korban sehingga jilbab yang dikenakan oleh saksi korban terlepas.

Adapun alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain,tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Telah terjadi Perdamaian antara Tersangka dua malam sehari A.Md Alias Hari Bin Sapuan Joyo Supadmo dengan Saksi Korban Erna Setyowati yang telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 02 Februari 2022 di kantor Kejaksaan Negeri Karanganyar dengan dihadiri oleh Pendamping saksi (korban) Erna Setyowati yaitu suami saksi (korban) atas nama Reza Alko Handoyo, Kepala Desa Karangpandan atas nama Danan Edi Ruslanjari, SH, keluarga Tersangka H. SUPARMI, SE serta disaksikan oleh Penyidik Polres Karanganyar.

Pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kejaksaan Negeri Karanganyar pada tanggal 02 Februari 2022 dengan batas waktu selama 14 (empat belas) hari sampai dengan Selasa 15 Februari 2022,masyarakat merespon positif.

Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Sebelum diberikan SKP2, Tersangka telah di lakukan perdamaian oleh Kepala Kejaksaan Negeri tersebut baik terhadap korban, keluarga korban, yang disaksikan oleh Tokoh Masyarakat maupun dari penyidik Kepolisian.

(JUPITER SEMBIRING)

Related posts