Judi Marak Di Tg.Balai Karimun Dan Batam Terkesan Dibacking Oknum Penegak Hukum, CIC Minta Kapolri Copot Kapolda Kepri

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Menjamurnya tempat perjudian yang bermodus dengan gelangang permainan anak ( Gelper ) yang selama ini, sering kita jumpai di kota batam. Tidak ada jerah-jerahnya membuat kapok para pengusaha melakukan aksinya untuk meraih keuntungan keuntungan besar dengan modus membuka perjudian mesin elektonik.

Tanjung Balai Karimun dan Batam adalah “Surga Judi” karena lengkap segal jenis judi dari Mesin Jackpot, Capjikie,Sie Jie bahkan merajai tempat hiburan malam, Kota Batam dan Tg.Balau Karimu judi 303 Kawasan Seputaran Nagoya, Ada 20 Titik Lokasi Judi Jackpot Buka 24 jam dan Cafe Remang-Remang.

Dari hasil investigasi CIC menilai Kapolda Kepri Diam Terkait Dugaan Perjudian Jackpot di Wilayah Kota Batam dan Tg.Balai Karimun, sudah Jelas Judi dilarang Pasal 303 KUHP.

Maraknya perjudian ini ada rumor yang beredar di publik,para pengusaha tau para bos judi di Provinsi Kepri,khususnya Batam dan Tg.Balai Karimun sudah memberikan “Upeti” kepada para penegak hukum,baik dari Mabes Polri Hingga Polres mendapat upeti tersebut bervariasi. Hal ini bukan rahasia umum lagi dikalangan masyarakat, sehingga praktek judi menjamur.

Sementara di Kota Batam terdapat Judi Jacpot kawasan Kota Batam, terdiri dari beberapa lokasi Batam Center, Bengkong, Nagoya, Mitra Mall Batu Aji, Hotel Pasific Perjudian Berbasis Elektronik Lengkap Segala Jenis Permainan Buka 24 jam.

CIC menilai, maraknya permainan mesin judi jackpot, penegak hukum tutup mata, seperti ada setoran ke beberapa kota batam, sepertinya sulit di tutup batam masih tempat perjudian, untuk itu CIC meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo copot Kapolda Kepri terkait masalah judi di Batam serta Tg.Balai Karimun harus cepat ambil sikap,agar marak praktik lokasi perjudian ditutup.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,Saat konfirmasi awak media lewat pesan singkat kepada Kapolda Kepri, namun hal itu tidak mendapat tanggapan mapun jawaban dari Kapolda Kepri, untuk itu CIC minta Kapolri Copot Kapolda Kepri ,Poltabes Barelang dan Polres Tg.Balai Karimun,sesuai pernyataan Kapolri “Penggal Kepala” ,”tegas R.Bambang.SS Sabtu (7/1/2022) kepada awak media di Medan.

Dalam hal ini CIC meminta Kapolri segera menindak Tegas Perjudian yang marak di kota Batam dan Karimun sebagai julukan perjudian, dimana dugaan Kapolda Kepri “Tutup Mata” Lemah Dalam Manangani Kasus Perjudian di Wilayahnya.

Tak hanya itu, puluhan mesin seperti yang terdapat di Billyard Center beberapa bulan lalu 2021, sempat disegel oleh Mabes Polri. Tapi, sekarang ini mesin-mesin itu sudah disiapkan dalam satu ruangan untuk segera dimainkan secara bebas.

R.Bambang.SS menegaskan, “Segala bentuk perjudian harus segera diberantas jangan ada pembiaran. Judi merupakan penyakit yang harus dibasmi,”tutur Ketua Umum CIC.

Menurut Ketua Umum CIC, judi itu tidak akan pernah berkembang dan menjamur, jika tidak ada pihak tertentu yang membekingi, karena secara hukum maupun agama itu tidak diizinkan tapi masih marak dan berkembang seperti judi gelper, Jacpot,judi Capjikie dan judi Sie Jie saat ini.

“Mau apa dan mau siapa pun yang membekingi para big boss judi, seperti Edy Atoy dan Billy (anak Edy Atoy), saya harap semua segera dibasmi. Polisi harus tegas jangan ada pembiaran,” ujarnya.

Terkait Pemberitaan dibeberapa media, judi Berkodek Gelper dikota Batam, sebagaimana pantauann CIC dilapangan, belum ada tindakan oleh aparat Penegak hukum Polda Kepri.

Sebagai mana diketahui Hollywood, yang terletak dikawasan Nagoya, Dutamanas Zone, yang terletak dikomplek Ruko Dutamana Kelurahan Berlian, Batam kota, tak jauh diperkampungan warga.

Ada juga, Uban G Zone, Mitra Mall Batu Aji, Hotel Sidney Batam Centre, Spring 99. Seraya.
Zona Permainan Stela. Mitra Mall.Golden Game, depan hotel Ramaya Nagoya, dan Diperkan pungan penduduk kelurahan mukakuning Kec saibeduk, RT 05-RW 14. masih terlihat aktivitasnya.

Walikota Batam H.Rudi.SE terkesan tutup mata masih dibukanya arena gelper yang berkumpulnya ditengah wabah pandemi covid 19. Potensi terjadinya cluster baru penyebaran corona sangat besar di arena gelper ini. Namun belum ada tindakan tegas dari pihak terkait pada lokasi ini,untuk itu diharapkan kepada Kapolri segera menindak dan menutup lokasi judi ini serta menangkap para bos judi.

(DJ.Sembiring)

Related posts