Judi Modus Gelper Marak di Kota Batam,CIC Menilai Kapolri “Macan Ompong”

  • Whatsapp

BREAKING TOP NEWS

BATAM-KANALPK

Arena judi berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) semakin marak dan tumbuh subur di Kota Batam, Kepulauan Riau,Kapolri tak berkutik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) Raden Bambang.SS menilai maraknya judi Gelper yang berkedok Ketangkasan di Batam bukan lagi rahasia umum,bahkan Seperti Gelper Wukong,Dragon yang terletak di ruko Nagoya Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Di lokasi ini diduga kuat ada transaksi judi bagi pengunjung yang bermain dislokasi tersebut.

CIC menilai Biasanya Gelper hanya sebuah permainan untuk menguji ketangkasan bagi para pemain, namun berbeda halnya dengan lokasi di Gelper Wukong,Dragon serta beberapa lokasi judi gelper lain di Kota Batam.

Lokasi judi Gelper ini cenderung menjadi sarana judi. Adapun modusnya, tiket hasil permainan ditukar dengan rokok dan kemudian dapat ditukar dengan uang tunai. Namun tempat penukaran uang sengaja diletakkan di luar arena permainan.

Dari hasil investigasi CIC pada jumat (29/07/2022), nampak jelas sejumlah orang dewasa asik main game ala Las Vegas dengan dilayani oleh cewek-cewek atau wasit gelper di Wukong,Dragon.

Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS menegaskan,”Pemain harus membeli koin minimal Rp50.000. Jika menang, para pemain dapat menukarkannya dengan tiket dan nantinya akan ditukarkan dengan uang, dari keterangan salah seorang pemain saat ditemui di sekitar lokasi judi Gelper Dragon dan Wukong,”tegas Raden Bambang SS kepada awak media di Batam Jumat (28/7/2022).

Raden Bambang.SS menyebutkan, pemain tidak langsung menukarkan rokok dengan uang tunai di lokasi permainan. Namun mereka menukarkannya di tempat yang telah disediakan pengelolah di luar arena permainan yang terletak tidak jauh dari lokasi gelper Wukong dan Dragon,
gelper di lantai II Avava Mall (Jodoh), dan gelper di Kapital Plaza (Batam Center) serta gelanggang permainan (gelper) di Nagoya Hill, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Provinsi Kepri.

“Ada cara lain bang, hadiah bisa ditukarkan melalui pengawas, dan selanjutnya pengawas akan mengantar uang kepada kita,” jelasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, CIC meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menutup segala bentuk judi Gelper di Batam,serta menangkap para bos judi di Kepri.

Raden Bambang.SS Ketua Umum CIC memaparkan,Selain judi Gelper ada judi online,Kasino, judi tebak angka atau yang biasa disebut toto gelap (Togel) semakin hari bertumbuh subur dan sangat mudah untuk ditemui oleh masyarakat.

Terlihat hampir di seluruh pelosok Kota Batam terdapat para agen atau penulis tebak angka dengan nongkrong di warung-warung kopi sambil menunggu pelanggannya.

Tak heran lagi jika para agen atau penulis selalu mangkal di warung-warung sambil membahas buku tafsir mimpi untuk dijadikan bahan membeli nomor tebak angka tersebut.

Hal ini menjadi penyakit masyarakat karena bisa membuat rumah tangga berantakan disebabkan bermain judi tebak angka.

Menurut Ketua Umum CIC Raden Bambang SS,mengungkapkan,”Di era teknologi saat ini, rata-rata agen/penulis tak lagi menggunakan selembar kertas kecil untuk mencatat atau merekap angka sesuai tebakan masyarakat yang memasang. Telepon seluler dengan aplikasi di dalamnya (WhatsApp, SMS dan sebagainya) yang digunakan untuk menyalin sebagai bukti pemasangan,”paparnya

Dalam pantauan CIC,Keuntungan tebak empat angka Siji Singapura, jika empat angka yang ditebak di urutan nomor satu dengan pemasangan seribu rupiah, maka mendapat hadiah Rp 2 juta. Sedangkan nomor Hongkong dan Togel lebih besar, yakni mendapatkan Rp 3 juta.

Banyaknya masyarakat yang mencoba peruntungan di judi tebak angka ini, membuat persaingan semakin ketat bahkan melibatkan oknum APH (Aparat Penegak Hukum) untuk mendapatkan omzet di lapangan.

Hasil penelusuran CIC, didapati praktek perjudian dilakukan hingga didaerah pelosok Kota Batam, yang memanfaatkan jaringan internet dan media sosial untuk mempromosikannya.

Kendati izin gelper itu adalah berupa permainan anak-anak namun izin itu disalahgunakan menjadi arena perjudian. Lemahnya pengawasan dari Pemko Batam membuat arena judi itu terus tumbuh subur di Banda Dunia Madani ini.

Bareskrim Mabes Polri berkali-kali turun ke Batam menumpas judi gelper. Penggerebekan besar-besaran pernah dilakukan namun sayang hingga kini arena judi tersebut masih saja ada dan lebih vulgar.

Beberapa arena gelper bisa menukarkan poin mesin jackpot dengan uang atau semacam hadiah lainnya. Bagi pemenang yang sudah biasa bermain biasanya menukarkan poin itu dengan hadiah atau uang.

Arena judi gelper di Batam kerap berkedok game zone anak-anak. Di depan lokasi yang biasa berada di mal atau di ruko-ruko kerap dipajang stiker permainan anak-anak. Bahkan di depannya terkadang diletakkan permainan jenis odong-odong untuk mengelabui para petugas.

Dalam Pasal 303 KUHPidana permainan judi itu bersifat untung-untungan atau sama halnya dengan adu nasib. Pemain tidak butuh keterampilan dalam bermain.

Pemain yang menang hanya faktor dari kebetulan bukan merupakan keterampilan si pemain. Jadi siapapun yang baru main ada kemungkinan menang dan kalah.

Termasuk taruhan di dalamnya menjadi salah satu bukti gelper merupakan ajang judi.

Ketua Umum CIC mengatakan,”Namun hingga saat ini yang tersentuh hukum hanya kelas agen, kaki tangan dan para pemainnya saja. Sedangkan bos besar (Bandar) yang mengendalikan bisnis perjudian Gelper,SIE Jie dan togel ini belum terungkap,untuk itu CIC meminta dengan tegas agar Kapolri tutup segala bentuk judi serata menangkap para big bos judi Batam,Tuatau alias Bambang,Karto pemilik planed Hotel,Aleng,DCdan Vincent Hotel Satria Karimun dan Aksi pemilik King 999,jangan kasih ruang bagi para bos judi Kepri yang merasa kebal hukum,buktikan pak Kapolri jika benar punya nyali untuk memberantas judi di Batam,”pungkas Raden Bambang.SS Ketua Umum CiC.

Ajang gelper ini tak memiliki izin dari pihak kepolisian berupa izin keramaian. Namun sayangnya, lokasi-lokasi yang terindikasi judi tersebut masih tetap buka secara terang-terangan.

(BURHANUDDIN/MULYADI)

Related posts