Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Ingatkan Media Tayangkan Arogansi Oknum Polri

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

LARANGAN Terhadap Media Massa maupun media elektronik untuk menayangkan arogansi anggota polri telah resmi.

Larangan terdebu talah diterbitkan surat telegram terkait ketentuan peliputan media massa mengenai tindak pidana atau kejahatan kekerasan. Salah satu poinnya, media dilarang menyiarkan tindakan atau arogansi anggota kepolisian.

Adapun Surat telegram Nomor: ST/750 / IV/ HUM/ 3.4.5/ 2021 itu ditandatangani oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono atas nama Kapolri tertanggal 5 April 2021. Surat telegram ditujukan kepada Kapolda dan Kabid Humas di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono membenarkan isi surat telegram tersebut. Dia mengklaim pertimbangan diterbitkannya surat telegram itu yakni untuk memperbaiki kinerja Polri di daerah.

“Pertimbangannya agar kinerja Polri di kewilayahan semakin baik,” kata Rusdi kepada wartawan, Selasa (6/4/2021) di Jakarta.

Dalam surat edaran tersebut ada 11 poin,diantaranya.

1.Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Kemudian diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis;.

2.Tidak menyajikan rekaman proses interogasi kepolisian dan penyidikan terhadap tersangka tindak pidana;

3.Tidak menayangkan secara terperinci rekonstruksi yang dilakukan oleh kepolisian;.

4.Tidak memberitakan secara terperinci reka ulang kejahatan meskipun bersumber dari pejabat kepolisian yang berwenang dan/atau fakta pengadilan;.

5.Tidak menayangkan reka ulang pemerkosaan dan/atau kejahatan seksual;.

6.Menyamarkan gambar wajah dan indentitas korban kejahatan seksual dan keluarganya, serta orang yang diduga pelaku kejahatan seksual dan keluarganya;

7.Menyamarkan gambar wajah dan identitas pelaku, korban dan keluarga pelaku kejahatan yang pelaku maupun korbannya yaitu anak di bawah umur;

8.Tidak menayangkan secara eksplisit dan terperinci adegan dan/atau reka ulang bunuh diri serta menyampaikan identitas pelaku;

9.Tidak menayangkan adegan tawuran atau perkelahian secara detil dan berulang-ulang;.

10.Dalam upaya penangkapan pelaku kejahatan agar tidak membawa media, tidak boleh disiarkan secara live, dokumentasi dilakukan oleh personel Polri yang berkompeten;

11.Tidak menampilkan gambaran secara eksplisit dan terperinci tentang cara membuat dan mengaktifkan bahan peledak.

Kebijakan dan larangan yang diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah kebijakan yang tetap,agar hal ini media patut memberikan dukungan program larangan tersebut, demi menjaga kerahasian indetitas pelaku maupun korban. Hal ini disambut baik oleh masyarakat.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60