Kasus Pencucian Uang Setya Novanto,CIC Minta Kapolri Ambil Alih

  • Whatsapp

BREAKING NEWS

JAKARTA-KANALPK

Salah satu perkara lawas yang diusut KPK kembali muncul ke permukaan dengan penahanan terhadap dua orang tersangka, yaitu korupsi pengadaan paket penerapan KTP elektronik atau e-KTP. Korupsi besar-besaran ini setidaknya membuat negara rugi sekitar Rp 2,3 triliun.

Adalah Isnu Edhy Wijaya dan Husni Fahmi, dua tersangka yang baru pada Kamis, 3 Februari 2022, ditahan penyidik KPK.

Isnu diketahui sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, sedangkan Husni sebagai Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP.

KPK sukses menggulung mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dihukum 15 tahun penjara karena terlibat kasus korupsi e-KTP senilai Rp 2,3 triliun. Namun hingga kini menyimpan kejanggalan karena kasus pencucian uang Setya Novanto hingga kini belum terungkap.

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) mendesak Bareskrim Polri dan menambah tersangka baru dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurut Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mengungkapkan,”Masih banyak yang terlibat belum terungkap semuanya,seperti dalam kasus ini ada nama seorang pengusaha Made Oka Masagung yang diduga membantu Setya Novanto menyembunyikan uang hasil korupsi e-KTP dengan modus transaksi investasi di Singapura yang hingga kini belum terungkap,”tegas R.Bambang.SS awak media , Senin (14/2/2022) di Jakarta.

CIC menilai perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait dengan mega-skandal korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun itu segera diusut tuntas serta menyeret para pelaku yang belum terungkap.

Pihak Bareskrim sudah melakukan penyidikan dugaan TPPU atas diri Setya Novanto, untuk itu CIC minta penanganan perkara ini agar segera diusut tuntas,sehingga para pelaku koruptor tidak memiliki ruang bebas.

Kalau kita melihat dari fakta persidangan, terungkap adanya metode baru untuk mengalirkan duit hasil kejahatan ke luar negeri tanpa melalui sistem perbankan nasional.

Ada dugaan dana melalui perjalanan yang melintasi beberapa negara, diantaranya dari Indonesia ke Amerika Serikat, lalu Mauritius, termasuk India, Singapura, dan Hong Kong.

Ketua Umum CIC memaparkan,”Sebagaimana kita ketahui dalam kasus ini berawal ketika itu dilontarkan APBN tentang proyek e-KTP secara nasional. Dan sejumlah petinggi DPR bergerak mengendus proyek itu. Anggaran pun di-mark-up dengan uang hasil korupsi dibagi-bagikan ke banyak pihak, termasuk Setya Novanto. Akhirnya, Setya Novanto ditangkap setelah melakukan serangkaian drama berkepanjangan,”ujar R.Bsmbang.SS.

R.Bambang.SS mengatakan,dari kasus Mega skandal proyek e-KTP sudah 13 orang yang dipenjarakan,termasuk ke 13 adalah Husni Fahmi yang kini menjadi tersangka baru.

Sementara itu, Setya Novanto sekarang mengajukan PK tapi belum diputus MA.

PK Setya Novanto masuk MA pada 6 Januari 2020. Kemudian berkas didistribusikan ke majelis hakim pada 27 Januari 2020. Duduk sebagai ketua majelis Prof Surya Jaya dengan anggota Sri Murwahyuni dan Sinintha Sibarani. Duduk sebagai panitera pengganti perkara 32 PK/Pid.Sus/2020 adalah Raja Mahmud,CIC meminta agar pihak MA agar menolak PK terdakwa demi menegakan hukum yang adil tentunya.

(JUPITER SEMBIRING/BURHANUDDIN

Related posts