Kejagung Ada Satu Saham Yang Mencurigakan, Terkait Kasus BPJS

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Dalam kasus Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Salah satu saham yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dinilai bermasalah. Penyidik Kejaksaan Agung saat ini telah mendalami transaksi saham tersebut apakah terkait dengana pidana korupsi atau tidak.

Sampai saat ini Tim
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah meneliti salah satu saham yang dicurigai terkait korupsi BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Sementara Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono tidak menjelaskan lebih rinci tentang nama saham tersebut dan nilai saham yang kini tengah diteliti oleh penyidik Kejagung terkait kasus korupsi BPJS TK.

Ali menegaskan jika ada perbuatan yang diduga melawan hukum terkait pembelian saham itu, maka tim penyidik Kejagung diperintahkan untuk menindaklanjut kasus korupsi BPJS TK.

“Kalau ada perbuatan melawan hukum ya akan kita tindaklanjuti kasus ini,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Ali juga mengakui sampai saat ini pihaknya masih belum menetapkan satu orang pun jadi tersangka kasus korupsi BPJS TK.

Penetapan tersangka, kata Ali akan dilakukan setelah tim penyidik Kejagung menemukan alat bukti yang kuat.

“Setelah itu baru kita akan cari siapa yang harus bertanggungjawab atas perkara ini,” katanya.

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku sudah menyiapkan kejutan terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan bahwa kejutan itu akan disampaikan setelah Hari Raya Idulfitri nanti.

Febrie menjelaskan bahwa kejutan itu berhasil didapatkan tim penyidik usai melakukan gelar (ekspose) perkara korupsi BPJS TK beberapa hari lalu.

Ada kejutan nanti habis lebaran terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan, tunggu saja ya,” tuturnya kepada wartawan.

Kendati demikian, Febrie tidak menjelaskan lebih rinci mengenai kejutan tersebut.

Apakah perkara korupsi BPJS TK bakal ada tersangka atau malah akan dihentikan penyidikannya (SP3).

“Sejauh ini, perkara korupsi BPJS sudah memasuki tahap penyidikan, kendati belum diikuti dengan penetapan tersangka. “Jadi dari hasil ekspose kasus kemarin, ada banyak perubahan. Nantilah kejutannya habis lebaran ya,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa Direktur Pengembangan dan Investasi BPJS Ketenagakerjaan (TK) Amran Nasution terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.

Leonard menjelaskan alasan tim penyidik Kejagung memeriksa Amran Nasution tak lain untuk mencari alat bukti dan mengumpulkan fakta hukum terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat BPJS TK.

“Untuk mencari alat bukti dan mengumpulkan fakta hukum,” katanya.

Adapun, Kejagung sempat menyebut negara mengalami kerugian mencapai Rp20 triliun dari perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK. Sejauh ini, sejumlah perusahaan sekuritas serta internal BPJS TK sudah diperiksa penyidik Kejagung untuk membuat perkara korupsi lembaga jaminan sosial tersebut terang-benderang.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan bahwa kejutan itu akan disampaikan setelah Hari Raya Idulfitri nanti.

Febrie menjelaskan bahwa kejutan itu berhasil didapatkan tim penyidik usai melakukan gelar (ekspose) perkara korupsi BPJS TK beberapa hari lalu.

“Ada kejutan nanti habis lebaran terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan, tunggu saja ya,” tuturnya kepada wartawan.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60