Kejagung Baru Sita Aset Asabri 4,4 Triliun

  • Whatsapp
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Ardiansyah.
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pihak Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sampai saat ini terus bekerja keras untuk mengusut kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan dana investasi di PT Asabri (Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Bahkan saat ini, Kejagung sudah menyita aset para tersangka dalam kasus ini senilai Rp4,4 triliun.

Sementara sampai aset ini yang sudah disita menurut pihak Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah berupa tanah, kendaraan roda empat, unit apartemen hingga kapal. Namun, angka tersebut belum ditambah dengan perhitungan nilai empat tambang yang disita dari tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

Pihak Kejagung menyatakan sejumlah aset yang telah disita dari para tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI (Persero) belum dapat mengembalikan atau menutupi kerugian keuangan negara.

Saat ini pihak Kejagung masih menunggu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk merampungkan perhitungan keseluruhan dari kerugian keuangan negara akibat kasus korupsi perusahaan pelat merah ini.

Sejauh ini, dugaan sementara kerugian keuangan negara ditaksir sebesar Rp 23 triliun.

“Masih di fix-an BPK, masih nunggu, dulu kan diumumkan dugaan awalkan Rp 23 triliun, kalau diperbandingkan belum, jauh, masih ditelusuri,” kata dia lagi.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kejagung menyita banyak aset milik para tersangka ASABRI. Aset meliputi mobil mewah, apartemen, lahan, tambang, hingga kapal tongkang milik tersangka.

Misalnya, beberapa mobil mewah disita dari tersangka Jimmy Sutopo, yakni satu unit Rolls Royce Phantom Coupe warna Hitam, satu unit Mercedes Benz type M-AMG S63 CPAT, dan satu unit Nissan Teana warna Hitam.

Selain itu, Kejagung juga menyita total 23 ribu hektare lahan tambang nikel milik tersangka Heru Hidayat lantaran diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Asabri. Lahan tambang itu merupakan aset beberapa perusahaan, termasuk PT Tiga Samudera di mana Heru terdaftar sebagai presidennya.

Kemudian, ratusan bidang tanah milik tersangka Benny Tjokrosaputro juga telah disita penyidik.

Rinciannya, 155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak dengan luas total 343.461 meter persegi dan 566 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak dengan luas seluruhnya 1.929.502 meter persegi.

Selanjutnya, 131 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak atas nama PT Harvest Time dengan luas total 1.838.639 meter persegi.

Ia berharap nilai dari empat tambang yang disita memiliki harga jual yang tinggi. Sehingga aset berupa tambang batu bara dan nikel itu, diharapkan bisa menutup setengah dari nilai kerugian negara akibat perbuatan korupsi pengelolaan dana Asabri sekitar Rp23,7 triliun.

Kiat perkirakan tambang mudah-mudahan besar, jadi bisa menutup kerugian sebagian dari kerugian Asabri,” ujarnya.

Maka dari itu, Febrie mengatakan penyidik sampai saat ini terus mengejar aset-aset milik para tersangka yang diduga berasal dari uang Asabri.

Kini, penyidik sedang menelisik juga lot Distric 8 SCBD dengan memeriksa LMP selaku Legal Management Distric 8 SCBD. Menurutnya, pemeriksaan untuk memastikan apakah ada keterkaitan uang Asabri yang diinvestasikan di sana.

“Ada apartemen yang mau disita penyidik. Aset ini lagi diidentifikasi dengan hati-hati oleh penyidik untuk memastikan, apakah ini ada keterkaitan uang Asabri dengan Jimmy Sutopo,” jelas dia.(R.Bambang.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60