Kejagung Genjot Bankir Bank CCB Indonesia, Pusaran Megakorupsi Asabri

  • Whatsapp
banner 468x60

JALARTA-KANALPK

DALAM Kasus megakorupsi PT.Asabri,pihak Kejaksaan Agung RI (Kejagung) terus mengusut pihak pihak yang terlubat dalan skandal korupsi Asabri yang telah merugikan negara hingga Rp 23 triliun.

Sementara,Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT Asabri (Persero).

Dua saksi yang diperiksa pihak Kejagung diantaranya, DP selaku Direktur PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (Bank CCB Indonesia);
DV selaku Direktur PT. Mustika Tiara Sakti.

“Pemeriksaan terhadap dua saksi dilakukan, untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Asabri,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak kemarin kepada wartawan di Jakarta.

Dalam catatan, kerugian negara sementara dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 di Asabri masih menjadi yang terbesar di Indonesia yakni mencapai Rp 23,74 triliun menurut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Korps Adhyaksa telah menetapkan sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini, antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Sedangkan Hari Setianto , Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019.

Disisi lain,Ilham W Siregar, sebagai Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Jimmy Sutopo.

Nama Benny Tjokro dan Heru Hidayat sebelumnya juga ditetapkan sebagai terdakwa kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan mendapat hukuman pidana maksimal, yakni penjara seumur hidup dan kewajiban mengembalikan kerugian kepada negara.

Dalam megakorupsi pengelolaan dana investasi ini ditaksir menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23,74 triliun sebagaimana dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka IWS berupa lima unit mobil mewah.

Lima unit mobil mewah yang disita oleh Tim Jaksa Penyidik,Ilham diantaranya,
1 (satu) unit mobil Range Rover Sport 3.0 No. Polisi B 2881 PBO;
1 (satu) unit mobil Range Rover No. Polisi B 2728 STN;
1 (satu) unit mobil Toyota Camry No. Polisi B 206 BSA;
1 (satu) unit mobil Honda CRV No. Polisi B 225 MLK;
1 (satu) unit Range Rover No. Polisi B 611 FN.

“Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Ilham adalah satu dari sembilan tersangka kasus megaskandal terbesar di RI ini. (SHELLA/BURHANUDDIN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60