Kejagung Sita Aset Milik Benny Tjokro,Tetkait Kasus Korupsi Asabri

  • Whatsapp
banner 468x60
Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (kanan) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (21/1/2020). Benny Tjokrosaputro yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan perdana di KPK sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd.

JAKARTA-KANALPK

Pusaran kasus korupsi Asabri yang telah merugikan negara sebesar 23 T,terus diburu pihak Kejagung.

Tim Penyidik Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik atau yang terkait tersangka Benny Tjokrosaputro dalam kasus tindak pidana korupsi di PT Asabri.

Pihak penyidik menyita dua bidang tanah dan bangunan di atasnya yaitu Rupa Rupi Handicraft Market yang terletak di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan,””Penyitaan dua bidang tanah dan bangunan di atasnya di Kota Bandung telah mendapatkan penetapan izin penyitaan dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus yang pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap dua bidang tanah dan bangunan tersebut,” kata Leonard kemarin kepada media.

Leonard menuturkan, penyitaan dua bidang tanah tersebut telah mendapatkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus Nomor 16/Pen.Pid.Sus/TPK/2021/PN.Bdg tanggal 30 April 2021.

Satu bidang tanah/bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No 131 seluas 1.405 meter persegi dengan pemegang hak atas nama PT Gita Adhitya Graha.

Ada juga yang disita,satu bidang tanah/bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No 131 seluas 1.405 meter persegi dengan pemegang hak atas nama PT Gita Adhitya Graha.

Satu bidang tanah/bangunan lainnya sesuai Sertifikat Hak Milik (HM) No 136 seluas 1.461 meter persegi juga atas nama PT Gita Adhitya Graha.

Terhadap aset yang telah disita tersebut, akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

Dari kasus korupsi PT.Asabri,kerugian keuangan negara akibat korupsi di PT Asabri ditaksir mencapai Rp 23,73 triliun.

Pihak Tim penyidik Kejaksaan Agung mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60