Kejati Kepri Jelaskan Penjualan Kapal Vietnam

  • Whatsapp
Hari Setiyono Kajati Kepri
banner 468x60

TG.PUNANG-KANALPK

Pihak Kejaksaan Tinggi Kepulaun Riau (Kejati Kepri),Hari Setiyono, memberikan penjelasan soal dugaan penjualan kapal asing sitaan di Batam, Kepri.

Beredar rumor dan informasi soal dugaan oknum jaksa di Batam yang menjual kapal Vietnam hasil sitaan.

Kasus tersebut masih dijabat Kajati Kepri saat itu oleh Sudarwidadi mengakui bahwa pihaknya sedang menelusuri kasus dugaan penjualan kapal ikan Vietnam oleh oknum jaksa di Batam.

Ironisnya kasus itu sempat diselidiki oleh Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Kepri.

Hari Setiyono mengatakan, Kejati Kepri sudah melakukan pemeriksaan dan menyampaikan hasilnya ke Kejaksaan Agung.

Namun Kejati Kepri Hari tidak menjelaskan hasil pemeriksaan dari Kejagung.

Selanjutnya silakan konfirmasi ke Pengawasan Kejagung ya,” ujar Hari kepada wartawan belum lama ini.

Sebelumnya, kapal asing asal Vietnam KM PAF 4837 ditangkap pada Maret 2020, bersama empat kapal Vietnam lainnya.

Total terdapat 68 awak kapal warga negara Vietnam.

Menurut sumber, kapal ikan asing yang ditangkap karena memancing secara ilegal di wilayah Indonesia tersebut sudah diputus oleh pengadilan.

Hakim menjatuhkan putusan bahwa barang bukti kapal Vietnam tersebut harus dimusnahkan.

Namun, kapal yang berada di bawah Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan itu diduga diambil oleh oknum jaksa.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Batam membantah dugaan penjualan kapal itu.

Jaksa Samuel Pangaribuan menyebutkan bahwa informasi itu tidak benar.

Menurut pengakuan Samuel, kapal ikan Vietnam ini dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan pada Juni 2020 di Perairan Tanjungbalai Karimun.

Pada Februari 2021, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggagalkan penyelundupan ratusan koli ballpress atau pakaian bekas dan ribuan rol tekstil impor.

Barang senilai Rp 14,6 miliar itu diangkut oleh sebuah kapal yang diduga ilegal, yakni KLM Hikmah Jaya 3 dari Pasir Gudang Malaysia.

Silakan konfirmasi ke Bea Cukai ya, karena itu masih kewenangan Bea Cukai. Kami tidak tahu tentang hal itu, silakan konfirmasi ke BC,” kata Hari.

Diharapkan pihak Kejagung segera mengungkap tabir penjualan kapal vuetnam yang disita,agar terkuak siapa pejabat kejaksaan yang terlubat dalam kasus ini.(Bmmbang Try Adiwiguna)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60