Kerugian Rp 500 Triliun PLN, Siapa “Otak” Penikmat

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Kerugian pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mencai Rp 500 triliun,ini merpakan “Tamparan”besar bagi pemerintah dan penegak hukum.

PLN mengaku merugi hingga Rp 500 triliun, proyek 35 ribu megawatt pun menjadi kambing hitam kerugian besar di tubuh BUMN energi tersebut. Proyek yang sudah berjalan lebih dari enam tahun itu jauh dari target.

Persoalan yang merundung PT PLN seakan tak pernah habis. Sejak ditetapkannya Direktur Utama PLN periode 2001-2008, Eddie Widiono, sebagai terpidana korupsi pada akhir Maret 2010 lalu, seketika PLN dicap sebagai perusahaan yang menjadi mesin ATM bagi para koruptor.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) perlu mengkaji ulang soal rencana pembangunan proyek ambisius Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni proyek pembangikit listrik 35.000 mega watt. Pasalnya, saat ini PLN tengah dilanda utang yang sangat banyak.

Padahal secara global, berbagai perusahaan pembangkit dan penyalur listrik telah lama mengubah cara mereka berbisnis, namun hal tersebut dianggap belum dilakukan PLN.

Laporan IEEFA juga menyebutkan, sebagian besar masalah PLN saat ini bermula dari rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 35.000 MW ke pasokan listrik Indonesia yang dirancang dan dilaksanakan dengan buruk.

“Program 35 GW adalah janji politik sebagai wujud ambisi Presiden Joko Widodo untuk melistriki Indonesia sepenuhnya. Tidak ada yang salah dengan ambisinya, tapi proses perencanaan dan pelaksanaannya kurang akuntabel,” kata Elrika.

“Kementerian Keuangan, mengingat posisi strategis PLN, menjadikan PLN sebagai prioritas utama. Namun ini bukan berarti masalah keuangan PLN dapat diatasi secara efektif melalui akses utang murah tanpa henti yang pada akhirnya dapat mengancam kredibilitas keuangan Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan PLN masih akan menjaga keuangan PLN dengan baik meski perseroan memiliki utang sebesar itu.

“Mengenai utang kami, utang jangka panjang Rp 530 triliun, utang jangka pendek Rp 150 triliun lebih, kami sangat paham dengan itu dan memang situasi seperti ini, komitmen kami adalah menjaga sustainability (keberlanjutan) keuangan PLN terjaga dengan baik,” kata Zulkifli.

Merujuk laporan keuangan PLN pada kuartal I 2020, PLN memiliki utang jangka panjang sebesar Rp 537 triliun, serta utang jangka pendek sebesar Rp 157,79 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 694,79 triliun.

Pejabat yang duduk sebagai Direktur Utama sesudahnya turut mengikuti langkah Eddie, diterpa isu korupsi. Beragam masalah terus muncul dalam tubuh PLN hingga Sofyan Basrir menahkodai perusahaan pelat merah itu pada 2014-2019. Tak berbeda jauh dengan para pendahulunya, kehadiran dia justru membuat benang kusut yang ada dalam perusahaan setrum makin semrawut.

Proyek 35 ribu MW ini bermula ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluapkan ambisinya meluncurkan proyek pembangkit listrik. Diresmikan pada 4 Mei 2015, proyek mercusuar ini dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah bisnis PLN.

Dengan aturan ini diharapkan PLN yang nantinya akan membeli listrik dari swasta/IPP (Independent Power Producer) bisa menentukan sendiri harga patokan tanpa persetujuan Menteri ESDM. Menteri ESDM hanya menetapkan harga patokan tertinggi. Sesuai ketentuan Pasal 6 Permen ESDM No. 3 Tahun 2015, untuk memudahkan pelaksanaan negosiasi antara PT PLN (Persero) dengan pengembang, Menteri menetapkan harga patokan tertinggi. Harga patokan tertinggi pembelian listrik dari PLTU Mulut Tambang berkapasitas 100 MW ditetapkan sebesar 8,209 cent dollar AS per kWh.

“Sebelum membangun PLTU, dia harus dipetakan dulu nih, kebutuhan batubara berapa, PLTU yang dibangun berapa, terus kita sistem transportasi batubaranya gimana. Karena batubaranya harus diantar ke PLTU. Terus ada lagi penjualannya gimana,” kata sumber kepada www.kanalpk.com.

“Kita dulu membuat RUPTL awal itu butuh waktu kurang lebih satu tahun setengah, itu di tahun 2008. Sebelum RUPTL itu kita pastikan, kita ada banyak PLTU dibandingkan EBT. EBT itu di awal-awal kurang lebih cuma 8 persen, kalau yang saat ini kan sampai 20 persen,” tambahnya. (R.Bambang.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60