Ketua Umum CIC Desak Kejagung Menindak Tegas Kejati Kalimantan Timur,Diduga Backing Pelaku Korupsi

  • Whatsapp

KALTIM-KANALPK

Kondisi jalan Trans Kaltim Wilayah 1 Memperihatinkan, Ruas Jalan Kota Bangun – Gusiq, Desa Perian Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Jalan Trans Kaltim tersebut rusak parah diduga akibat tingginya curah hujan serta tidak maksimalnya penanganan kontraktor pelaksana 2 tahun terakhir ini.Seperti yang terjadi di Ruas Jalan Kota Bangun – Gusiq, karena jalan banyak lubang yang dalam dan berlumpur mengakibatkan hamper setiap hari melihat mobil truk bermuatan terbalik.
Jalan tersebut rusak berlubang sejak tahun 2020 lalu, karena tidak adanya penanganan yang sindifikan dari kontraktor pelaksana PT. Raja Multi Sarana dan kurangnya pengawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terjadilah seperti saat ini.

Kasus Proyek Preservasi jalan Sp Senoni – Kota Bangun – Gusiq Tahun 2020 Mangkrak, sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, setelah Pelapor di BAP dan Pelapor dipertemukan dengan Terlapor diruangan Tipikor Kejati Kalimantan Timur.

Berdasarkan LPSE PU Tahun 2020, Preservasi jalan Sp Senoni – Kota Bangun – Gusiq dimenangkan PT. Raja Multi Sarana yang beralamatkan Jl. Monumen Emmy Saelan 3 D Blok I No.3 Makasar – Sulawesi Selatan, dengan nilai Rp. 55.723.033.000,00 Sumber dana APBN – 2020 dan lokasi :
Sp. Senoni – Kota Bangun – Kutai Kertanegara (Kab) Kota Bangun – Gusiq Kutai Barat (Kab).

Dalam pelaksanaan proyek tersebut mendapat potongan 50% akibat dampak Covid 19, proyek tahun tunggal menjadi proyek tahun jamak, untuk pekerjaan rekonstruksi sampai akhir Desember 2020 waktu normal. Karena lockdown, waktu diperpanjang 90 hari, 90 hari pun tidak cukup, Maka bertambah seminggu untuk pekerjaan Beton Rigid (kerja dalam masa denda berjalan).
Untuk pekerjaan Rutin itu sampai akhir Desember 2021.

Pekerjaan tersebut dibulan April 2021 dibayar 100%, padahal pekerjaan Rekonstruksi belum selesai 100%, seperti pekerjaan saluran drainase Tanggal 4 Juni masih dikerjakan.
Sementara pekerjaan Rutin belum habis waktunya sudah tidak dikerjakan lagi sampai sekarang.

Berdasarkan keterangan pengawas dilapangan pekerjaan tersebut di menangkan PT. Raja Multi Sarana dan dilaksanakan dengan 3 orang antara lain,Debyo sebagai penanggung jawab bendera.
Ali sebagai pembuat penawaran dan penanggung jawab dilapangan.


Awang Iman penanggung jawab beton dari PT. Kaltim Jaya Beton KJB bersama Rovianto.
Masing – masing mencari keuntungan sendiri – sendiri.

Warga yang bertempat tinggal didekat pekerjan gorong – gorong mengeluh karena harus mandi debu saat panas dan berlumpur ketika hujan turun.
Mereka mengira setelah dipasang gorong – gorong jalan tersebut akan segera diaspal. Butuh waktu setahun diatas gorong – gorong baru diaspal itupun bukan PT. Raja Multi Sarana, melainkan PT. Lestari Nauli Jaya yang mengerjakan.

Berbeda dengan keterangan PPK Rusdi yang menggantikan PPK Eko, saat kami tanyakan melalui Chat Washab sebelum hari raya Idul Fitri.
Pak kenapa ruas jalan tersebut rusak, banyak lubang serta diatas gorong – gorong belum juga diaspal, ini sangat bahaya bagi pengguna jalan, apa lagi ini mau lebaran.
Kami pastikan semua lubang akan tertutup sebelum lebaran dan pengaspalan diatas gorong – gorong itu tanggung jawab PT. Raja Multi Sarana “Jawab PPK”.

Sampai sekarang PT. Raja Multi Sarana tidak melakukan perbaiki dan pemeliharaan pada pekerjaan yang masih amburadul dan tidak selesai 100% sebagai berikut :
Pekerjaan Patching/ tambal sulam pada aspal dikerjakan PT. Raja Multi Sarana belum seumur jagung sudah pada rusak dan terkelupas serta lubangnya semakin dalam dan melebar. Diduga aspal digali bagian atas saja dan agregat yang berlubang tidak diganti atau pun ditabah.

Pekerjaan Dinding Penahan Tanah DPT dikerjakan asal jadi, Diduga kurangnya campuran semen mengakibatkan patah, retak dan terkelupas. Dan yang anehnya lagi DPT dipasang ditengah, tidak dari bawah dan berdiri diatas tanah timbunam.

Pekerjaan gorong – gorong rencana awal ada 2 titik : 1 dipasang di Desa Sp 2 Kota Bangun dekat SLTP N 4 Kota Bangun dan satunya lagi dipasang Desa Perian dekat Bengkirai. Namun kenyataan dilapangan yang terealisasi hanya ada 1 gorong – girang saja dan yang 1 di CCO ke Rigid kata PPK.

Pekerjaan uprit, yang menyambungkan aspal dan Rigid, kurang panjang, sudah pada retak dan berlubang. Serta pekerjaan drainase dikerjakan sampai bulan Juni 2021, Diduga PT.Raja Multi Sarana tidak membayar denda keterlambatan sampai bulan Juni 2021. Soalnya pekerjaan tersebut yang masuk bayar denda keterlambatan hanya seminggu saja.

Bahu jalan nampak terlihat mengangah tidak di timbun tanah pilihan dan agregat kelas-S. Berdasarkan keterangan PPK Rusdi Bahu Jalan antara drainase dengan Beton Rigid tidak masuk dalam anggaran.

Diduga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Balai XII BPJN Wil 1 Kaltim beserta jajarannya, sudah memanipulasi data yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan terkait ruas jalan tersebut. Berkerja sama dengan kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas untuk pembayaran 100%.

Dari hasil Investigasi, pengumpulan data dan wawancara, mengenai permasalahan tersebut, jalan trans kaltim sekarang rusak parah dan sulit dilalui,
Kerusakan parah berada diwilayah Desa Sumber Sari Kecamatan Kota Bangun, Desa Lebak Cilong Kecamatan Muarawis, Desa Muara Leka dan Desa Perian Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk itu,Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mendesak Kejagung agar segera mencopot Kajati Kaltim,karena sudah menyalahi wewenang jabatan sebagai penegak hukum.

R.Bambang.SS Ketua Umum CIC menegaskan,”Saya mendesak Kejagung agar segera mencopot Jabatan Kajati Kaltim,karena tidak transparan dalam upaya mengungkap suatu kasus,bahkan terkesan melindungi pelaku korupsi di Kaltim,jelas ini merusak Marwah Kejaksaan,”tegas R.Bambang. SS kepada wartawan Selasa (28/12/2021) melalui telpon selulernya.

(Anton)

Related posts