Ketua Umum PWRI Dr.Suryanto.SH.MH Minta Aparat Tindak Tegas OTK

  • Whatsapp
banner 468x60
Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Pusat Dr. Suriyanto pd, SH, MH, M.kn.

JAKARTA-KANALPK

Peristuwa pengeroyokan terhadap dua orang wartawan saat meliput mendapat dukungan solidaritas serta kecaman terhadap orang tidak dikenal yang telah melakukan kekerasan fisik terhadap dua wartawan dikabupaten bungo, Provinsi Jambi terus mengalir dari berbagai organisasi profesi jurnalis di Indonesia,salah satunya PWRI.

Kecaman keras tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Pusat Dr. Suriyanto pd, SH, MH, M.kn. turut mengecam keras atas tindakan OTDK yang dianggap membabi buta terhadap profesi jurnalustik.

Peristiwa itu terjadi pada hari sabtu (29/05/2021) saat dua orang jurnalis sedang melakukan liputan di salah satu SPBU yang ada dikabupaten bungo provinsi jambi dikeroyok orang tidak dikenal,pengeroyokan terhadap wartawan Jambione dan wartawan TV One.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Pusat Dr. Suriyanto pd, SH, MH, M.kn mengatakan,””Tentunya kita mengecam dan mengutuk keras tindakan yang dilakukan orang yang melakukan dugaan pengeroyokan tersebut dan meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas pelaku sesuai UU tentang Pers” tegas Ketua Umum PWRI kepada www.kanalpk.com Senin (31/05/2021) di Jakarta.

Dr.Suryanto menyampaikan kepada seluruh wartawan, agar senantiasa berhati-hati melakukan peliputan apalagi liputan,seperti kasus kedua wartawan tersebut.

“Karena perbuatan itu tidak beradab yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal,”tutur Ketua Umum PWRI Dr.Suryanto.SH.MH.

Menyikapi kejadian itu, saat ini PWRI meminta kepada aparat hukum segera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Dr.Suryanto.SH.MH Ketua Umum PWRI mengungkapkan, ada dua peristiwa hukum yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut. Pertama pemukulan adalah delik umum yang legal standingnya berada pada korban langsung bukan pada perusahaan.

Kedua, terkait penghalangan kerja sebagaimana diancam Pasal 18 ayat (1) UU Pers, hal ini mengacu pada Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), yang legal standingnya ada pada perusahaan pers. “PWRI mengimbau terhadap semua pihak, agar menghormati profesi jurnalis yang pada dasarnya dilindungi UU,”ungkap Dr.Suryanto.SH.MH.

Segala bentuk tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang bertugas sangat tidak dibenarkan.

Dr.Suryanto.SH.MH Ketua Umum PWRI menegadkan,”Bagi pemerintah,TNI,Polridan Lembaga penegak hukum lainnya, jurnalis bukan musuh tetapi teman untuk mempercepat pengungkapan kasus.

“Oleh sebab itu, kita berharap pekerjaan jurnalis jangan diganggu. Siapa yang mengganggu jurnalis berarti dia punya kesalahan yang ingin ditutupi atau ingin menutupi kesalahan orang lain. Kalau ingin mencari kebenaran maka biarkanlah jurnalis bekerja,” kata Dr.Suryanto.SH.MH. Ketua Umum PWRI.

Pernyataan Ketua Umum PWRI ini merespons masih adanya tindak kekerasan yang dialami jurnalis saat melakukan tugas jurnalistik.

“Saya memastikan bahwa penanganan kasus kekerasan yang menimpa jurnalis akan dilanjutkan. Pekerjaan jurnalis adalah bekerja mencari kebenaran dan pemerintah harus memberi perlindungan,” katanya.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60