Ketum CIC Minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tangkap Tan Paulin Siratu “Batu Bara” Kaltim

  • Whatsapp

BREAKING NEWS

JAKARTA-KANALPK

Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sempat memanas. Salah satu pemicunya adalah Tan Paulin, trader batu bara yang namanya kembali mencuat seiring krisis pasokan batu bara domestik beberapa hari lalu.

Ketua Umum Corruption Investigastion Commiittee (CIC) R.Bambang.SS mengkritik pemerintah yang tidak becus mengawasi pasokan batu bara sehingga terjadi krisis untuk pasokan domestik. Dia menyebut, ada sosok ‘Ratu Batu Bara’ di Kalimantan Timur (Kaltim), yang kerap mengambil hasil tambang tersebut dan tidak melaporkannya ke pemerintah, sehingga CIC menilai pencurian yang dilakukan Ratu Batu Bara Tan Paulin disinyalir Dibacking Oknum Penegak hukum.Sebab Tan Paulin Siratu Batu Bara ini sulit terjamah hukum.

R.Bambang.SS Ketua Umum CIC mengungkapkan,”Tan Paulin Ratu Batu Bara di Kaltim ini ,bisa menghasilkan produksi 1 juta metrik (ton) per bulan, tapi enggak pernah membayar pajak kepemerintah, Saya minta Kapolri segera menangkap Tan Paulin , siapa yang membackingi Tan Paulin ini?” tegas R.Bambang.SS kepada awak media Sabtu (15/1/2022) di Medan melalui telepon selulernya.

Menurut Ketua Umum CIC, ulah Tan Paulin yang menjadi pemain atau trader batu bara tersebut, juga merugikan pemerintah dimana infrastruktur di Kalimantan Timur rusak. “Waktu CIC berkunjungan ke Kalimantan Timur, Gara-gara ulah Tan Paulin semua infrastruktur yang dibangun Pemda rusak semua,” ujar R.Bambang.SS.

Dari hasil investigasi CIC, Tan Paulin selalu mencatut nama perbesar negara,
sehingga modus dan operandi pencurian batu bara selalu lancar tanpa ada gambaran dari pihak pemerintah maupun penegak hukum yang konon katanya telah mendapat “Upeti” yang menggiurkan.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menjelaskan,”Uang yang dihasilkan dari penjualan batu bara tersebut jumlahnya fantastis hingga Rp 2,5 triliun. “Dan saya lihat pihak pemerintah dan para penegak hukum santai-santai saja melihat hal yang dilakukan Tan Paulin ini,” kata R.Bambang.SS.

Lalu siapakah Tan Paulin yang namanya ikut terseret dalam rapat Komisi VII DPR dan Menteri ESDM? Berikut fakta-fakta Tan Paulin yang dihimpun iNews dari berbagai sumber, Kamis (13/1/2022) lalu.

Pertama Tak Punya Tambang Batu Bara,tapi bisa Nambang Batu Bara.

CIC memaparkan,
pada Desember 2021, nama Tan Paulin mencuat seiring dengan aksi protes yang dilakukan ratusan pekerja dari PT Batuah Energi Prima (BEP) di depan Polres Kutai Kartanegara.

Aksi protes itu, dipicu penutpan jalan menuju lokasi tambang PT BEP yang ternyata dilakukan oleh masyarakat adat di sekitar lokasi tambang atas perintah Tan Paulin.

Perintah penutupan akses jalan ke lokasi tambang disebabkan Tan Paulin memiliki masalah bisnis dengan mantan direktur PT BEP. Tan Paulin menutup akses ke lokasi tambang karena telah membeli tanahnya dari mantan direktur PT BEP.

“Untuk diketahui, Tan Paulin tidak punya tambang batu bara koridor di Kaltim ini. Kalau dia sebagai traider itu benar, tetapi dia tidak ada memiliki tambang batu bara koridor di Kaltim ini,‚ÄĚterang Ketum CIC.

Sementara tersangka lainnya, Donny Sugiarto Lauwani, melarikan diri dan menjadi buron Interpol. Donny kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Mabes Polri. Sedangkan, Tan Paulin belum tersentuh jerat hukum, meski sudah dilaporkan ke Mabes Polri.

Atas kasus penipuan investasi tersebut, Eunike Lenny Silas mengaku mengalami kerugian sekitar Rp500 miliar. Belakangan pada Mei 2016, diketahui Tan Paulin balas menggugat Eunike Lenny Silas dalam kasus penipuan dan penggelapan batu bara.

Untuk itu DPP CIC meminta segera Kapolri menangkap Tan Paulin jika benar lembaga polri tidak menerima “Upeti” atau diduga membackingi Tan Paulin.

(JUPITER SEMBIRING/BURHANUDDIN)

Related posts