KPK Segera Tinjau Proyek GOR Bermasalah Di Kabupaten Buru

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),agar meninjau Proyek Gelanggang Olahraga (GOR) yang dibangun di Kota Namlea, Kabupaten Buru dengan menggunakan DAK TA 2019 senilai Rp.15 milyar, namun proyeknya tidak kunjung rampung,ada kemungkinan dugaan Tindak Pidana Korupsi berjamaah.

Ketua DPW CIC Maluku Jen Keliky menegaska,”Saya memunta kepada KPK agar datang ke Namlea agar menyidik dan turun langsung melihat proyek GOR bermasalah, karena sejak dibangun dan uang telah habis terpakai, bangunan tersebut mangkrak,”ujar Jen Keliky kepada www.kanalpk.com Rabu (5/05/2021) Di Jakarta.

Jen Keliky menilai, banyak proyek serupa di Kabupaten lain di Indonesia, mangkarak karena adanya dugaan korupsi yang dilakukan oknum pejabat daerah,karena kurang pengawasan dari Kemenpora intens masalah proyek GOR.

Menurut Ketua DPW CIC Maluku Jen Keliky mengungkapkan,”
Contoh, du Tahun 2020 lalu ada proyek GOR yang sama di Kabupaten Barito Kuala (Barito Utara) menggunakan DAK Kemenpora TA 2020 senilai Rp.14,4 milyar.

Selama pembangunan diawasi langsung oleh Kemenpora dan Kabag Perencanaan Anggaran Kemenpora, Muh Indra Perkasa juga pernah ke sana dan proyeknya tuntas. Sementara di Kabupaten Buru kok tidak diawasi,”katanya.

Tantangan buat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari DPW CIC , karena pihak DPW CIC telah mendapat data akurat dari sumber di Pemkab Buru, yang intinya mengungkapkan kalau proyek GOR ini dari awal pelaksanaan pekerjaan ada dugaan korupsi.

“Dari proyek GOR ini sudah tidak benar semua. Gambar lain dari Kemenpora di sini dong rubah gambarnya jadi lain. Merobah gambar Itu sudah salah sangat besar. Kemenpora bikin gambar dengan anggaran itu untuk pas 100 persen bermasalah,”ujar Jen Keliky.

Selain mendesak dan menantang pihak KPK untuk datang ke Namlea, Ketua DPW CIC Maluku Jen Keliky menyatakan,” Mendukung langkah Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Muhtadi SAg, SH, MAg, MH untuk membongkar tuntas dugaan korupsi di proyek GOR Rp.15 milyar ini,”pungkasnya.

Skandal Proyek berbau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) itu, ditelanjangi anggota Komisi III DPRD Buru, Muh Rutan Fadly Tukuboya SH kepada awak media di gedung DPRD Buru,beberapa waktu lalu.(MULAYADI/SYARIF ELI)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60