KPK Tercoreng, Akibat Ulah Pegawai Yang Mencuri Barang Bukti

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Lembaga Antirasuah yang sangat disegani .dan menjadi lembaga yang ditakuti oleh para koruptor,kini namanya tercoreng oleh akibat prilaku salah seorang oknum pegawainya,dimana oknum pegawai tersebut telah melakukan hal tidak terpuji.

Dimana oknum pegawai tersebut mencuri barang bukti berupa emas batangan yang beratnya hampir 2 kilo gram.

Terjadinya hal yang mencoreng nama besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Dewan Pengawas (DEWAS) KPK langsung memberhentikan secara tidak hormat seorang pegawai KPK yang berinisial IGAS. Dia terbukti mencuri barang bukti kasus perkara korupsi berupa emas batangan yang beratnya hampir 2 kilogram.
“Bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua jumlahnya adalah 1.900 gram, jadi kurang 100 gram 2 kilo,” ucap Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021) kepada wartawan.

Tumpak menyebutkan, IGAS merupakan salah satu anggota satuan tugas (satgas) yang memiliki kewenangan untuk menyimpan barang bukti dari perkara mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. IGA diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang.

“Sebagian daripada barang yang sudah diambil ini yang dikategorikan sebagai pencurian atau setidak-tidaknya penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya, cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat dalam satu bisnis yang tidak jelas, forex itu,” ucap Tumpak.

Belum berskhir hal yang membuat di tubuh KPK, kuni timbul masalah baru tentang revisi UU KPK.

Usulan itu ternyata berawal dari keluhan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Tumpak awalnya menjawab pertanyaan terkait hambatan dewan pengawas KPK di rapat kerja bersama Komisi III DPR RI.

Akibat perbuatannya itu, IGAS diberhentikan tidak dengan hormat. Perbuatan IGAS disebut Tumpak sudah mencoreng citra KPK.

Tumpak menyebutkan IGAS kemudian mengembalikan sebagian emas yang digadaikan tersebut ke KPK. Sebagian emas yang digadaikan itu disebut senilai sekitar Rp 900 juta.

Tumpak menegaskan lagi dalam menjalankan tugasnya tidak memiliki hambatan. Hanya, kewenangan yang tidak diatur itulah yang menjadi kekurangan.(BURHANUDDIN/SUKIRMAN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60