Launching Tilang Elektronik di Depok Diberlakukan Mulai 24 Maret

  • Whatsapp
Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Andi Indra M Waspada.
banner 468x60

DEPOK-KANALPK

Satlantas Polresta Depok segera menerapkan tilang elektronik (electronic-traffic law enforcement/e-TLE) di Kota Depok. Tilang elektronik akan diberlakukan mulai Rabu 24 Maret 2021 hari ini.

Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada mengatakan, pemberlakuan tilang elektronik ini sudah disosialisasikan sejak beberapa bulan sebelumnya. Masyarakat diharapkan tidak kaget ketika mendapatkan surat tilang ke alamat rumahnya.

Menurut Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada mengatakan,”Selama beberapa bulan kita sifatnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu.hari ini tanggal 24 Maret 2021 kita melakukan proses penindakan,” tutur AKBP Andi Indra Waspada usai lounching ETLE kepada Wartawan Rabu (24/03/2021) dI Polres Metro Depok.

Saat ini perangkat kamera e-TLE di Depok baru tersedia di satu titik. Kamera e-TLE ini ada di JPO di Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

“Karena di Depok sendiri jalur utama di jalan Margonda, jadi kita fokus di jalur utama dulu karena tingkat kepadatan traffic-nya lumayan tinggi. Artinya kita membersihkan dulu di jalur utamanya,” ungkap Indra.

Diketahui penerapan tilang elektronik ini masih dalam tahap uji coba. Foto: Kamera tilang elektronik di Depok

“Selama beberapa bulan kita sifatnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Nanti pada tanggal 24 Maret baru kita melakukan proses penindakan,” kata Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada saat dihubungi detikcom, Jumat (19/3/2021).

Kamera e-TLE di Depok sudah tersedia sejak bulan Oktober 2020. Namun sejauh ini baru tahap uji coba dan sosialisasi.

Saat ini perangkat kamera e-TLE di Depok baru tersedia di satu titik. Kamera e-TLE ini ada di JPO di Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

“Karena di Depok sendiri jalur utama di jalan Margonda, jadi kita fokus di jalur utama dulu karena tingkat kepadatan traffic-nya lumayan tinggi. Artinya kita membersihkan dulu di jalur utamanya,” terang Indra.

Lebih lanjut, dia mengatakan kamera e-TLE di Depok sementara hanya berlaku untuk mengawasi pelanggaran bagi pengendara mobil. Ada dua jenis pelanggaran yang akan terekam oleh kamera tersebut.

“Untuk pelanggarannya sendiri baru dua pelanggaran (yang terekam). Jadi pelanggaran sabuk keselamatan dengan pelanggaran menggunakan handphone saat berkendara,” ungkap Indra.

Secara terpisah, Kanit Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Pandiansari mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi penerapan kamera e-TLE ini.

“Sosialisasi sebetulnya sudah dilakukan sejak Oktober 2020 lalu dan terus kami tingkatkan. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat Kota Depok memahami adanya penerapan tilang elektronik ini, sehingga nanti tidak kaget begitu kita kirim surat tilang ke rumahnya,” ujar Elly.

Sistem tilang elektronik (electronic-traffic law enforcement/e-TLE) berskala nasional akan segera diluncurkan bulan ini. Dengan adanya e-TLE nasional ini, kendaraan pelat luar Jakarta sangat memungkinkan untuk ditilang.

Hal yang sama berlaku bagi pengendara dengan pelat kendaraan asal Jakarta jika melakukan pelanggaran lalu lintas di luar kota, selama polda di wilayah tersebut terintegrasi dalam sistem e-TLE nasional, tilang elektronik bisa dilakukan petugas.

“Untuk penindakannya sendiri pada E-TLE nasional ini mudah-mudahan nanti kita bisa penindakan terhadap pelat luar kota. Ini kebaruannya dari sistem e-TLE nasional,” pungkas Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada. (SHELLA/PARMAN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60