Mafia Tanah Terungkap, Tersangka Mantan Pegawai Kantor BPN

  • Whatsapp
banner 468x60

PONTIANAK-KANALPK

Akhirnya pihak Ditreskrimum Polda Kalbar telah berhasil mengungkap kasus sindikat mafia tanah yang berlokasi di Desa Durian, Kabupaten Kubu Raya, oleh Satgas Anti Mafia Tanah.

Kasus ini bisa terkuak dari salah satu pemilik tanah yang mendapat tawaran pembelian, padahal si pemilik tidak berniat menjual tanah.

Setelah dilakukan pengecekan ke kantor BPN, ternyata telah ada sertifikat ganda.

Dari hasil penelusuran sertifikat yang ada, diamankan empat tersangka yang terdiri dari tersangka berinisial A, mantan pegawai BPN Kabupaten Kubu Raya sekaligus Ketua Tim Ajudikasi Desa Durian tahun 2008 silam, U-F mantan Kepala Desa Durian tahun 2008, serta tersangka H dan T selaku pemegang Sertifikat Hak Milik atau SHM.

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka A menerbitkan SHM dengan memalsukan warkah berupa Surat Pernyataan Tanah atau SPT, dan surat keterangan domisili yang ditandatangani oleh U-F, selaku Kepala Desa.

SPT tersebut dipalsukan seolah-olah atas nama tersangka, serta H dan T sebagai penggarap lahan. Dalam surat keterangan seolah-olah jika tersangka H dan T merupakan warga Desa Durian.

Kurang lebih 200 hektar warkah lahan di Desa Durian yang dipalsukan dengan potensi keuntungan para tersangka mencapai 1 triliun, jika harga tanah 500 ribu rupiah per meter persegi.

Dalam kasus ini,para pemilik lahan tidak dapat menerbitkan sertifikat tanah mereka. Berdasarkan pemeriksaan data kepolisian, tersangka A juga merupakan residivis kasus serupa.

Korban sebagian besar merupakan masyarakat pemilik tanah warisan di desa ini, salah satunya Hasbi Hars, pemilik tanah seluas 19 hektar.

Sebanyak tiga boks kontainer barang bukti dokumen disita.(H.ANDI HARIS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60