Marak narkoba,CIC Rekomendasikan Satria Hotel Karimun Ditutup

  • Whatsapp
banner 468x60

Tg.Balai Karimun-Kanalpk

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mengatakan Hotel Satria Karimun segera ditutup karena kedapatan setiap orang pengunjung mendapatkan hidangan narkoba yakni Estasi disetiap VIP Rom.Hal itu diketahui dari hasil investigasi CIC Jumat malam (5/11/2021) dini hari lalu.

Menurut Ketua Umum CIC memaparkan,”Ketika CIC melakukan investigasi, R.Bambang.SS mengatakan bukan hanya para pengunjung yang ketahuan menggunakan narkoba, tetapi juga terlihat para pengunjung menggunakannya. Karena ada barang bukti barang narkoba yang sedang digunakan atau terletak di meja VIP Romm di Hotel Satria Karimun milik Edy Atoy yang juga sebagai bandar besar narkoba di Karimun.

R.Bambang.SS menegaskan,”Kita melihat , di sana itu, kita bukan hanya lihat orangnya saja. Tapi di sana juga ada barang bukti. Gila nggak?” ujar Ketum CIC kepada wartawan Selasa (9/11/2021) di Karimun.

Investigasi yang dilakukan di tempat, Hotel Satria Karimun ,untuk itu CIC meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui jajarannya di Mabes Polri segera menindak Edy Atoy dan menutup Hotel Satria Karimun sebagai ajang pesta narkoba.

CIC membongkar kegiatan peredaran narkoba di salah satu hotel Satria Karimun yang berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua Umum CIC,mengungkapkan, anggota keluarga yang memiliki ketergantungan narkoba kerap kali masih dianggap sebagai aib.

Akibatnya, keluarga pecandu enggan melapor sehingga dapat berdampak pada penanganannya.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu potensi yang menyebabkan maraknya penggunaan narkotika di masyarakat,termasuk Bandar Narkoba yang menyediakan fasilitas untuk pesta narkoba,seperi Edy Atoy.

R.Bambang.SS menegaskan,”Kemudian, faktor lainnya adalah rasa ingin tahu anak-anak muda untuk mencoba obat-obatan terlarang tersebut.Lalu, adanya anggapan bahwa penggunaan narkoba merupakan bagian dari gaya hidup. Apabila ada yang telah menjadi pecandu, orang tersebut dapat memengaruhi temannya untuk mencoba barang haram tersebut
,”paparnya.

Untuk mencegah hal tersebut, Ketua Umum CIC menekankan pentingnya mengawasi keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak terjerumus.

“Ini tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat saja, maka setelah keterlibatan para orangtua, tokoh-tokoh, baik tokoh muda, tokoh agama dan masyarakat yang lain, harus ikut peran serta memberantas maraknya narkoba di Karimun,” tegas Ketua Umum CIC R.Bambang.SS.

Sebagai informasi, Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Kemudian, Pasal 55 ayat (1) mengatur bahwa orangtua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melapor demi mendapatkan rehabilitasi.

Penyalahgunaan obat terlarang atau narkotika di Indonesia masih menjadi salah satu masalah global yang cukup pelik. Apalagi, angkanya kian meningkat setiap tahun.

Narkoba bisa mengakibatkan dampak buruk di berbagai sektor kehidupan masyarakat, yang meliputi aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial, dan keamanan.

Bambang mengungkapkan,”Bagi pengedar atau pun pemakai narkoba, sebenarnya sama-sama memiliki konsekuensi hukum pidana. Bagi pengedar, misalnya, mereka dapat dijerat dengan Undang-Undang No.35 tahun 2009 Pasal 111, 112, 113, dan 114.Pasal tersebut adalah sanksi pidana untuk pihak yang mempunyai narkotika untuk diedarkan, dijual, atau menjadi pihak perantara (kurir),”tuturnya.

Hal yang terkait hukuman mati telah diatur dalam KUHP pasal 10 dan tidak bertentangan dengan UUD 1945 atau pun International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR).

CIC menilai,ICCPR sendiri memperbolehkan hukuman mati atas tindak pidana narkotika karena dianggap sebagai kejahatan transnasional terorganisasi yang luar biasa seriusnya.

Untuk itu CIC meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak Edy Atoy bandar narkoba dan pemilik Hotel Satria dan Holiday Hotel Karimun dan menutup lokasi tersebut.

CIC berharap hukuman mati buat para bandar dan pengedar, diharapkan mampu membuat efek jera dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Tanah Air. (CECEP)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60