Mari Bersama Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona, H-1 Lebaran Kasus Positif Tambah 4.608 Orang.

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANSLPK

Untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus covid 19 ini,mari kita bersama sama menjaga dan mentaati prokes dan jahui kerumunan.

Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia hari Rabu (12/5) lalu telah bertambah lagi sekitar 4.608 orang.

Dengan demikian total kasus positif Covid-19 sejak yang pertama diungkap pemerintah RI pada 2 Maret 2020 kini akumulasinya telah menjadi 1.728.204 orang.

Dari jumlah akumulatif tersebut sebanyak 1.584.878 dinyatakan sembuh (bertambah 4.671) dan 47.617 meninggal (bertambah 152).

Jumlah spesimen yang diperiksa di laboratorium kesehatan se-Indonesia adalah 75.416. Sehingga, secara akumulatif ada 15.326.626 spesimen yang telah diperiksa selama lebih dari setahun pandemi Covid di Indonesia.

Secara individu, jumlah orang yang telah dilakukan pemeriksaan spesimen corona mencapai 10.282.721 jiwa, di mana sebanyak 1,3 juta di antaranya masih antigen.

Sehari sebelumnya, kasus akumulatif Covid-19 di Indonesia adalah 1.723.596 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.580.207 orang di antaranya telah sembuh. Kemudian,47.465 orang di antaranya meninggal dunia.

Pihak pemerintah pusat dan daerah masih berupaya menanggulangi pandemi virus corona. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan guna menekan laju penularan Covid-19. Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat, program vaksinasi hingga pelarangan mudik lebaran.

Pada 10 Mei lalu, lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan lebih dari 4 ribu orang pemudik positif virus corona. Hal itu diketahui dari tes acak yang digelar pemerintah di jalur-jalur mudik.

“Pengetatan oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat. Jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positif 4.123 orang,” kata Airlangga kepada wartawan (16/05/2021) di Jakarta.

Pemerintah juga terus berupaya agar masyarakat berperan dan mau diberi suntikan vaksin. Program vaksinasi ditujukan untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Targetnya, 188 juta penduduk memperoleh suntikan vaksin.

Jumlah vaksinasi yang telah dilakukan adalah 13.615.313, di mana 8.870.424 di antaranya sudah lengkap dua dosis.

Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Penyakit ini menjadi sorotan karena kemunculannya di akhir tahun 2019 pertama kali di Wuhan, China. Lokasi kemunculannya pertama kali ini, membuat coronavirus juga dikenal dengan sebutan Wuhan virus.

Penyebab Corona virus merupakan virus single stranded RNA yang berasal dari kelompok Coronaviridae. Dinamakan coronavirus karena permukaannya yang berbentuk seperti mahkota (crown/corona).

Virus lain yang termasuk dalam kelompok yang serupa adalah virus yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) beberapa tahun silam.

Gejala Coronavirus bervariasi, mulai dari flu biasa hingga gangguan pernapasan berat menyerupai pneumonia. Gejala Corona yang umum dialami mereka yang mengalami infeksi coronavirus adalah:

Demam tinggi disertai menggigil
Batuk kering
Pilek
Hidung berair dan bersin-bersin
Nyeri tenggorokan
Sesak napas.

Gejala virus corona tersebut dapat bertambah parah secara cepat dan menyebabkan gagal napas hingga kematian. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) gejala infeksi virus 2019-nCoV dapat muncul mulai dua hari hingga 14 hari setelah terpapar virus tersebut. (Shella/Burhanuddin/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60