Megakorupsi PT Asabri Dan Jiwaseraya,”Siapa Otak Intlektual”

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Sampai saat ini pihak Kejaksaann Agung RI (Kejagung) terus melakukan pengungkapan megakorupsi di PT.Adabri yang merugikan negara triliunan.

Kasus korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri memasuki babak baru setelah kejaksaan agung menetapkan 8 tersangka.

Nilai yang dikorupsi diperkirakan mencapai lebih dari 22 triliun rupiah, dari uang pensiunan para perwira TNI dan Polri.

Dari kasus ini Kejagung terus menyita aset para pelaku korupsi,dan akan terus memburu asar didalam,hingga luar negeri.

Dari pemeriksaan itu, Kejagung menetapkan 8 tersangka. 2 di antaranya adalah terdakwa kasus korupsi asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

Tersangka lainnya adalah mantan direktur utama Asabri 2 periode, serta direktur investasi dan keuangan Asabri. Selain itu, ada Lukman Purnomosidi presiden direktur PT Prima Jaringan.

Sementara,Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, sejak kasus dugaan korupsi pada PT Asabri ditingkatkan ke penyidikan, total sudah ada 18 orang yang telah dibuktikan kebenarannya.

“Telah memeriksa 18 orang saksi dan mengantongi 8 orang tersangka, dan masih dapat berkembang lagi karena masih dilakukan pendalaman,” kata Burhanuddin kepada wartawan belum lama ini.

Kendati, Burhanuddin membocorkan bahwa korupsi Asabri juga komplotan yang sama dalam kasus Jiwasraya. Setidaknya, ada dua terpidana kasus Jiwasraya yang tengah dibidik dalam perkara korupsi Asabri.

“Khusus Asabri karena pelaku, korupsi Asabri juga pelaku korupsi Jiwasraya,jadi memang sama yang dua orang tersebut,” kata Jaksa Agung.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut, nilai kerugian negara kasus korupsi pada PT Asabri jauh lebih tinggi dari perkara rasuah di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus Asabri diperkirakan merugikan negara mencapai Rp 22 triliun, kasus kasus Jiwasraya Rp 16,8 triliun.

Untuk diketahui, Benny Tjokrosaputro yang merupakan Komisaris PT Hanson International Tbk tersebut telah divonis hidup oleh majelis hakim dalam kasus data nasabah PT Asuransi Jiwasraya pada Oktober 2020 tahun lalu.

Para tersangka diwajibkan membayar uang sekitar Rp 6,078 triliun. Kesalahan tersebut dibebaskan karena Benny dinyatakan terbukti korupsi sehingga merugikan negara sebesar Rp 16.807 triliun serta TPPU.(R.Bambang.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60