Menkumham Yasonna :
“Kita Taat Hukum, Sesudah Inkrah Kita Lihat Seperti Apa, Biar Saja Jalan Proses Hukumnya”

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta-Kanalpk

Gugatan kepengurusan Partai Berkarya atas keputusan Menkumham Yasonna H Laoly di tingkat banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN). Menkumham Yasonna bakal mempelajari putusan menang banding Berkarya versi Tommy Soeharto.

Kemenhumham pun angkat bicara dalam gugatan banding oleh pihak Tommi Soeharto,”Silakan saja, kita taat hukum, sesudah inkrah kita lihat seperti apa, biar saja jalan proses hukumnya,” kata Yasonna kepada awak media di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (06/09/2021).

Menkumham Yasonna H. Laoly

Soal apakah akan mengajukan langkah hukum lanjutan setelah kemenangan Berkarya Tommy Soeharto, Yasonna mengatakan masih akan mempelajari putusan PT TUN terlebih dahulu.

Kemenhumham Yosana mengatakan,”Yang jelas kita akan pelajari dulu, ya kan, kami harus pelajari dulu. Kan prosesnya kalau kita nggak kasasi, nanti dibilang berpihak, kita biarkan proses hukum saja,” ungkapnya.

Tommy Soeharto sebelumnya kembali mengalahkan Menkumham soal pengurus Parpol Berkarya di tingkat banding. PT TUN Jakarta menguatkan putusan tingkat pertama yang membatalkan SK Kemenkumham soal pengurus Berkarya dengan Ketum Muchdi PR.

Sementara itu Kemenhumham juga sedang mempelajari atas putusan P TUN yang memenangkan pihak Tommi cs,”Iya, tapi kan proses hukum kan harus jalan sesuai ketentuan gitu. Kita lihat, kita harus lihat dulu, harus melihat. Nanti saya panggil dari AHU-nya seperti apa,” imbuhnya.

Dari hasil pantauan www.kanalpk.com dalam persidangan di TUN,”Menerima permohonan banding dari Pembanding/Tergugat dan Pem-banding/Tergugat II Intervensi tersebut. Menguatkan Putusan PengadilanTata Usaha Negara Jakarta Nomor 182/G/2020/PTUN. JKT.tanggal 16 Pebruari 2021yang dimohonkan banding tersebut,” demikian bunyi putusan PT TUN.

Adapun para hakim TUN yang memenangkan gugutan tersebu,duduk sebagai ketua Sulistyo dengan anggota Santer Sitorus dan Eddy Nurjono. Perkara itu mengantongi nomor 115/B/2021/PT.TUN.JKT dengan panitera pengganti Tri Asih Wahyudiati dan diputus pada 1 September 2021.

“Menghukum Pembanding/Tergugat dan Pembanding/Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara di kedua tingkat peradilan secara tanggung renteng, untuk tingkat banding ditetapkan sebesar Rp 250 ribu,” ujar majelis.(JUPITER S/BURHANUDDIN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60