Nekat Mau Mudik, Denda Rp100 Juta Menanti

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

LARANGAN mudik yang telah ditetapkan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah kini sudah mulai penyekatan jalan keluar masuk di berbagai daerah.

Dimana,Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Aturan ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat, sebut saja karyawan BUMN, karyawan swasta, pegawai negeri sipil, anggota TNI-Polri, pekerja formal maupun informal, hingga masyarakat umum.

Bahkan, bagi yang masih nekat mudik, akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Aturan larangan mudik pada 6-17 Mei tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan masyarakat yang nekat mudik akan diberikan sanksi yang berpatokan pada Undang-Undang (UU) tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam Pasal 93 disebutkan bahwa hukuman kurungan paling lama adalah setahun dan denda maksimal hingga Rp100 Juta bila melanggar aturan mudik ini.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,demikian bunyi Pasal 93.

Sejumlah otoritas daerah pun telah mengeluarkan kebijakan untuk mendukung keputusan pemerintah pusat. Polda Jawa Timur misalnya, akan melakukan penyekatan di tujuh titik perbatasan. Polda Jawa Tengah menyiapkan 14 titik penyekatan, yang poskonya sudah didirikan sejak Senin, 12 April.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyampaikan warga yang nekat mencuri start mudik sebelum 6 Mei 2021 akan dikarantina lima hari. Karantina tidak di rumah masing-masing, tetapi di tempat yang sudah disediakan pemerintah daerah setempat.

Menanggapi berbagai kebijakan untuk mencegah masyarakat mudik, sosiolog dari Universitas Gadjah Mada Sunyoto Usman mengatakan tantangan dalam menerapkan sanksi larangan mudik tersebut cuku berat. Menurut dia, harus ada penjelasan bahwa larangan mudik hanya sementara karena masih pandemi Covid-19.

Covid-19 masih sangat berbahaya, mudik bisa jadi klaster baru, gagal memutus mata rantai penularan. Pejabat, tokoh-tokoh masyarakat, ulama harus memberikan contoh bahwa mereka tidak mudik. Dibutuhkan keteladanan,” tuturnya.

Ada beberapa titik yang dilakukan penyekatan diantaranya.

1.Banten dan Jawa Barat (338 titik)
Diberitakan Antara, 8 April 2021, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan ada 338 titik penyekatan di Jawa Barat yang dijaga oleh petugas gabungan untuk mencegah pemudik dan pemudik dini lebaran 2021.

Kabid Perhubungan Transportasi Darat Dinas Perhubungan Jawa Barat Iskandar mengatakan sebanyak 13 titik tersebar di Kabupaten Bogor. Lalu di Sukabumi ada 5 titik.

Sementara,terdapat 14 titik penyekatan di Karawang, yakni:

1.Pos check point Tanjungpura, perbatasan Karawang-Bekasi
2.Pos check point Gerbang Tol Karawang Barat
3.Pos check point Bundaran Masari, batas pintu masuk gerbang tol Karawang Timur
4.Pos check point Simpang Mutiara, perbatasan Karawang-Purwakarta
5.Pos check point Gamon, perbatasan Karawang-Subang
6.Pos check point Curug, batas Karawang-Purwakarta
7.Pos check point Pangkalan, batas Karawang-Cariu, Bogor
8.Pos check point Kobakbiru, Desa Mulyajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, batas Karawang-Bekasi
9.Pos check point Tugu Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, batas Karawang-Bekasi
10.Pos check point Kalapanunggal, Batujaya, batas Karawang-Bekasi
11.Pos check point Kupoh, Karawang Barat, batas Karawang-Bekasi
12.Pos check point Kaligandu, Telukjambe Barat, batas Karawang-Bekasi
13.Pos check point Pasar Cilamaya, batas Karawang-Subang
14.Pos check point Kalihurip/Dawuan.

Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Banten Kompol Kamarul Wahyudi mengatakan di jalur arteri di Cilegon penyekatan dilakukan di Pelabuhan Merak dan Cikuasa Bawah. Penyekatan di Cikuasa Bawah kendaraan roda dua ke arah Merak.

Lokasi lain yaitu Simpang Pusri untuk titik penyekatan di Kota Serang, di Cikande untuk di Kabupaten Serang.

Kemudian berlanjut di Tangerang, tepatnya jalur arteri Citra Raya, Jasinga dan Cilograng di Kabupaten Lebak, pertigaan Mengger untuk penyekatan Pandeglang, dan Pelabuhan Barang di Bojonegara.

Seperti diketahui, pada tahun lalu pemerintah memang melakukan berbagai pembatasan untuk menekan penularan virus corona, termasuk dengan melarang mudik Lebaran.

“Tahun 2020 itu saya jual aset untuk selamatkan perusahaan, yang 50 itu dijual, jadi tinggal 100 unit. Sebagian itu pun cuma dijual rongsok, istilahnya supaya kita bisa survive (bertahan), tetap jalan gitu (beroperasi),” ungkap Anthony kepada wartawan Selasa (20/4/2021).(SUKIRMAN/ JEN KELIKY)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60